Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Penkes
  3. Kampung Burukmahkot tak ada petugas kesehatan, dana BOK terus mengalir
  • Jumat, 03 November 2017 — 20:56
  • 1600x views

Kampung Burukmahkot tak ada petugas kesehatan, dana BOK terus mengalir

"Namun sampai saat ini Dinkes Kabupaten Yahukimo belum kirim petugas. Padahal di sini sudah dibangun dua rumah untuk petugas tapi tidak ada yang bertugas," akunya.
Masyarakat Korowai di Kampung Burukmahkot saat membuat peti jenazah untuk pemakaman seorang anak. - Jubi/Agus Pabika
Agus Pabika
pabikaa169@gmail.com
Editor : Galuwo

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi - Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit Menular (P2M) Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr Aaron Rumainum, meminta para Kepala Puskesmas mengontrol Pustu yang dibangun di beberapa kampung di Korowai.

"Misalnya di Puskesmas Seredala bagian dari Kabupaten Yahukimo, sudah terima dana BOK (Bantuan Operasional Kesehatan) Rp250 juta pada semester pertama, namun dari laporan warga di petugas Pustu Burukmahkot tidak pernah ke sana," katanya, Jumat (3/11/2017), di Jayapura, Papua.

Lanjutnya, Kepala Puskesmas sudah ditunjuk dan telah menerima dana BOK, namun realisasi di lapangan tidak ada. Warga yang datang mengeluh sebab petugas tidak pernah ada di Pustu.

"Mereka yang sudah menerima dana seperti ini harus memperhatikan kesehatan di pos-pos yang ada Pustunya, dengan menempatkan petugas kesehatan di sana untuk melayani masyarakat. Jangan hanya tahu terima uang saja," tuturnya.

Dikatakannya dari setiap pos yang sudah memiliki Pustu di empat kabupaten seperti Asrmat, Mappi, Boven Digoel dan Yahukimo, harus menempatkan petugas masing-masing dua orang agar bisa saling bergantian melayani.

Sementara itu Nataber Alia, penginjil di Kampung Burukmahkot mengatakan sejak 17 tahun terakhir, tidak ada petugas kesehatan yang datang melayani masyarakat, meskipun sudah dibangun Pustu.

"Namun sampai saat ini Dinkes Kabupaten Yahukimo belum kirim petugas. Padahal di sini sudah dibangun dua rumah untuk petugas tapi tidak ada yang bertugas," akunya.

Lanjutnya, untuk mendapatkan obat saja, ia harus menempuh dua hari perjalanan darat agar bisa sampai ke Kabupaten Yahukimo.

"Di sini banyak orang yang meninggal karena sakit malaria dan batuk-batuk, dan penduduk paling banyak berkisar 200 orang. Saya berharap Pemda dan Dinkes Yahukimo dapat memperhatikan kesehatan di daerah perbatasan ini," kata Nataber yang juga sebagai kader untuk melayani pengobatan kepada masyarakat setempat. (*)

loading...

Sebelumnya

BKKBN Papua libatkan swasta membina budaya kerja

Selanjutnya

Petugas kesehatan diharap kaderisasi penginjil dan tokoh masyarakat Korowai

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe