close
Iklan Kominfo
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Domberai
  3. BPBD Papua Barat nyatakan komitmen bina gerakan sekolah sungai
  • Sabtu, 04 November 2017 — 21:11
  • 2714x views

BPBD Papua Barat nyatakan komitmen bina gerakan sekolah sungai

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua Barat berkomitmen membina gerakan sekolah sungai Kota Sorong sebagai upaya pengurangan risiko bencana di daerah aliran sungai setempat.
Sungai Remu di kota Sorong- Jubi
ANTARA
Editor : Dewi Wulandari

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Sorong, Jubi - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua Barat berkomitmen membina gerakan sekolah sungai Kota Sorong sebagai upaya pengurangan risiko bencana di daerah aliran sungai setempat.

Kepala BPBD Papua Barat, Derek Ampnir, di Sorong, Jumat (3/11/2017), mengatakan pemerintah daerah serius dalam pembinaan gerakan sekolah sungai sekaligus sebagai aset Papua Barat untuk pengurangan risiko bencana.

Dia mengatakan gerakan sekolah sungai ini telah dilakukan di beberapa wilayah seperti Yogyakarta dan Kalimantan Tengah. Dalam peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) 2017 yang berlangsung di Provinsi Papua Barat pada 22-25 Oktober 2017, BNPB bersama BPBD mengukuhkan gerakan tersebut di Sungai Remu di Kota Sorong.

Menurut dia, BNPB dan BPBD memilih Sungai Remu Sorong karena masyarakat di sekitar sungai selalu mengalami banjir akibat luapan air sungai tersebut setiap tahunnya.

Sungai itu juga, kata dia, dapat memperburuk kondisi masyarakat sehingga peringatan bulan PRB dilakukan peresmian gerakan sekolah sungai untuk melakukan upaya bersama dalam pengurangan risiko bencana.

"Kami mengharapkan partisipasi aktif masyarakat untuk menjaga sungai, sebab berbicara mengenai pengurangan risiko bencana, tidak mungkin pemerintah saja tapi semua pihak," ujar Derek Ampnir.

Ampnir menyampaikan gerakan sekolah sungai adalah kolaborasi berbagai pihak guna mengurangi risiko bencana yang terjadi kepada masyarakat sendiri. Sungai adalah sumber kehidupan manusia, untuk irigasi, kehidupan flora dan fauna, serta sarana transportasi. Di hadapan warga setempat, relawan, dan perwakilan komunitas sekolah sungai Papua Barat, Ampnir mengimbau masyarakat dapat menjaganya bersama-sama.

Derek menambahkan aktivitas pencemaran, pendangkalan, dan pembuangan sampah perlu mendapatkan keseriusan dari semua pihak karena tanpa partisipasi masyarakat tidak mungkin untuk mengembalikan fungsi sungai itu. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Berstatus provinsi konservasi, Papua Barat banjir bantuan LN

Selanjutnya

Pembangunan infrastuktur tingkatkan mobilitas warga Papua Barat

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4886x views
Polhukam |— Selasa, 09 Oktober 2018 WP | 4318x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4193x views
Advertorial |— Selasa, 09 Oktober 2018 WP | 3511x views
Lembar Olahraga |— Rabu, 10 Oktober 2018 WP | 2959x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe