Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Bupati Tolikara: Pemerintah pusat sebaiknya fokus bangun SDM Papua
  • Minggu, 05 November 2017 — 18:57
  • 593x views

Bupati Tolikara: Pemerintah pusat sebaiknya fokus bangun SDM Papua

Bupati Tolikara, Usman G Wanimbo, mengatakan ia lebih memilih pemerintah pusat membangun sumber daya manusia (SDM) Papua dibanding infrastruktur.
Bupati Tolikara, Usman Wanimbo, (tengah) dan Kepala Bappeda Tolikara, Samuel Kogoya (kanan) - Jubi/Arjuna
Arjuna Pademme
Editor : Dewi Wulandari
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi - Bupati Tolikara, Usman G Wanimbo, mengatakan ia lebih memilih pemerintah pusat membangun sumber daya manusia (SDM) Papua dibanding infrastruktur.

"Saya sebagai anak Papua lebih pilih Presiden Jokowi membangun SDM Papua. Saya bukan melawan tapi ini realita. Kalau membangun tol di Papua berapa banyak orang asli Papua yang memiliki kendaraan," katanya, di Kota Jayapura, akhir pekan lalu.

Katanya, alasan inilah sehingga ia lebih fokus pengembangan SDM di Tolikara, karena sebagai anak daerah, pihaknya lebih memikirkan masa depan generasi penerus daerah.

"Kami berpikir bagaimana supaya seperti mereka di daerah lain di Papua. Makanya, kami fokus SDM, anak Tolikara yang nanti menyelesaikan pendidikannya yang akan membangun daerah ke depan. Nanti mereka yang bangun infrastruktur," ujarnya.

Menurutnya, masa Otsus akan berakhir beberapa tahun lagi. Ini harus dimanfaatkan. Jika fokus pada infrastruktur, hanya akan bertahan beberapa tahun, kemudian rusak. Namun kalau SDM, ini jangka panjang.

"SDM tidak hanya dalam hal pendidikan, juga di jajaran pemerintahan. Jangan berpikir datangkan orang dari luar tapi bagaimana menyiapkan anak daerah untuk dapat mandiri," katanya.

Selain itu kata Usman, setiap tahun ada anggaran untuk membiayai latihan siswa yang sudah kelas 3 SMA dan ingin mengikuti tes calon anggota polisi atau TNI.

"Setiap tahun kami bantu dana dan sudah ada yang lolos. Setiap tahun kami lakukan itu," ucapnya.

Kepala Bappeda Tolikara, Samuel Kogoya, mengatakan apa yang menjadi program prioritas akan terus dipacu untuk mencapai hasil maksimal.

"Program kerja harus mengacu pada visi misi bupati dan wakil bupati, termasuk dalam penyusunan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)," kata Samuel.

Menurutnya, jika lima tahun lalu ada program yang pelaksanaannya baru mencapai 80 atau 90 persen, ke depan program ini harus dituntaskan.

"Untuk RPJMD 2018-2022, semua stakeholder harus proaktif dan konsisten terhadap setiap program. Jangan seperti RPJMD 2006-2012, hanya di atas kertas. Pelaksanaan dan dokumen berbeda," ucapnya. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Status tahanan kota, Thomas Ondi ke Biak, Rohrohmana: Ada konsekuensi hukumnya

Selanjutnya

Perekaman e-KTP akan berdampak pada parpol

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 32871x views
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 8918x views
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 6425x views
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 5707x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5580x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe