Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Masyarakat adat Fiji protes program televisi
  • Minggu, 23 Oktober 2016 — 11:42
  • 781x views

Masyarakat adat Fiji protes program televisi

Masyarakat adat Fiji mengajukan protes kepada Badan Pembangunan Industri Media (MIDA) atas tayangan televisi yang dianggap melukai perasaan masyarakat adat.
Tayangan program FBC TV yang diprotes. -- RNZI
RNZI
Editor : Lina Nursanty

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Suva, Jubi – Masyarakat adat Fiji mengajukan protes kepada Badan Pembangunan Industri Media (MIDA) atas tayangan televisi yang dianggap melukai perasaan masyarakat adat.

Tayangan televisi tersebut adalah salah satu program di stasiun televisi FBC TV yang bertajuk Wasea Bhasha. Dalam sebuah episode, disebutkan bahwa anak laki-laki dan anak perempuan dari masyarakat asli Fiji tidak berkeliaran pada malam hari.

Pengasuh program tersebut, Bainivalu mengatakan bahwa ia tak bermaksud melukai perasaan siapapun dan kelompok manapun. Namun, kalimat tersebut terlanjur melukai perasaan masyarakat adat di Fiji.

Pemrotes menganggap bahwa hal itu melangar undang-undang pers Fiji. Setelah menerima pengaduan tersebut, Ketua MIDA, Ashwin Raj mengatakan bahwa mereka akan segera melakukan investigasi kasus tersebut karena pihaknya telah menerima pengaduan resmi.

Kendati pihak FBC TV telah menayangkan ucapan permohonan maaf, namun kasus itu tampaknya akan terus berlanjut.

Kasus seperti ini bukan pertama kali bagi FBC TV. Sebelumnya, FBC TV bersama dengan Fiji Times diadukan kepada MIDA karena memuat artikel yang menyebarkan kebencian.

Dua tahun lalu, FBC TV juga bermasalah karena melanggar ketentuan iklan pemilu yang diatur oleh MIDA dengan cara menayangkan iklan politik sehari sebelum pemilu.

Meski banyak tuntutan yang diajukan kepada pers, namun selalu berujung damai di pengadilan. Seperti juga kasus FBC TV dalam iklan politik dan kasus-kasus lainnya. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Flosse dihukum karena curi barang-barang istana

Selanjutnya

Kepolisian PNG bersiap amankan piala dunia U-20 FIFA

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4854x views
Polhukam |— Selasa, 09 Oktober 2018 WP | 4264x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4101x views
Advertorial |— Selasa, 09 Oktober 2018 WP | 3459x views
Lembar Olahraga |— Rabu, 10 Oktober 2018 WP | 2916x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe