Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Lapago
  3. Program seribu hari kehidupan anak di Tolikara berlanjut
  • Minggu, 05 November 2017 — 20:23
  • 1145x views

Program seribu hari kehidupan anak di Tolikara berlanjut

Program itu menjadi unggulan dari sejumlah program lain di kabupaten Tolikara yang sudah dilaksanakan sejak tiga tahun lalu.
Bupati Tolikara Usman Wanimbo (baju biru) bersama masyarakat Tolikara - IST
Arjuna Pademme
harjuna@tabloidjubi.com
Editor : Edi Faisol

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi - Bupati Tolikara, Usman G Wanimbo memastikan program seribu hari kehidupan bayi yang baru lahir akan tetap dilanjutkan. Program itu menjadi unggulan dari sejumlah program lain di kabupaten Tolikara yang sudah dilaksanakan sejak tiga tahun lalu.

"Visi misi kami, 2017 hingga 2022 tidak keluar periode 2012 hingga 2017. Seribu hari pertama kehidupan sejak ibu hamil ditangani pemerintah,” kata Usman Wanimbo di Kota Jayapura, akhir pekan lalu.

Kebijakan itu untuk meminimalisir kematian ibu dan bayi saat ibu melahirkan. “Bayi dalam program ini semua lahir dengan kondisi yang baik, juga ibunya," kata Usman menambahkan.

Menurut dia, ada empat program unggulan di Tolikara, yakni membangun dan meningkatkan infrastruktur daerah, mengembangkan dan meningkatkan SDM daerah, meningkatkan perekonomian daerah, dan melestarikan lingkungan hidup hutan.

"Dalam infrastruktur ada infrastruktur jalan, perumahan rakyat, jembatan, lapangan perintis, bangunan kantor, sekolah, kesehatan, air bersih, listrik, dan fasilitas umum lainnya," kata Usman menjelaskan.

Sedangkan SDM meliputi kesehatan, pendidikan, pemerintahan, dan kamtibmas. Program perekonomian meliputi perdagangan, ekonomi rumah tangga, koperasi, dan UMKM.

Kepala Bappeda Tolikara, Samuel Kogoya mengatakan, program seribu hari kehidupan Tolikara menjadi pilot project nasional. "Ini menjadi program prioritas, berarti akan dapat dana sesuai porsinya. Lima tahun ke depan pasti program itu akan jalan," ucap Samuel.

Namun menurut dia, selain pembiayaan pemerintah, masyarakat terutama ibu hamil akan diajarkan mandiri mamanfaatkan asupan gizi yang bersumber dari alam.

"Akan diajarkan melalui PKK distrik bagaimana mengola makanan dari alam menjadi gizi," katanya.

Dengan begitu diharapkan dapat mengurangi beban APBD. "Tapi awalnya sebagai program unggulan, pelaksanaannya harus konsisten, termasuk dalam hal pendanaan," katanya. (*)
 

loading...

Sebelumnya

Penyelundupan Minol ke Jayawijaya lewat jalur penerbangan

Selanjutnya

Dihubungi perihal Lita, Kepsek tak menjawab

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe