Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Jayapura Membangun
  3. Minim pasokan anggaran, TPI Depapre akan diaktifkan tahun 2018
  • Senin, 06 November 2017 — 15:32
  • 376x views

Minim pasokan anggaran, TPI Depapre akan diaktifkan tahun 2018

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Jayapura, Rudi Saragi, mengatakan pihaknya akan kembali mengaktifkan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di distrik Depapre tahun 2018. Hal ini disebabkan selama dalam pengoperasian, tempat tersebut tidak didukung pasokan anggaran yang cukup.
Tempat pelelangan ikan milik Dinas Perikanan dan Kelautan yang hingga kini belum dioperasikan - Jubi/Engel Wally 
Engelbert Wally
engellenny2509@gmail.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Sentani, Jubi  -  Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Jayapura, Rudi Saragi, mengatakan pihaknya akan kembali mengaktifkan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di distrik Depapre tahun 2018. Hal ini disebabkan selama dalam pengoperasian, tempat tersebut tidak didukung pasokan anggaran yang cukup.

Menurutnya, TPI Depapre juga bagian dari usaha Dinas Perikanan dan Kelautan untuk mengejar target PAD yang dibebankan di instansi yang dipimpinnya.

"Selama ini memang kita kekurangan anggaran untuk mengelolanya tempat ini dengan baik, sebab untuk proses pengoperasian TPI ada juga koperasi nelayan dan juga pengurus yang bertugas menerima pasokan ikan tangkap dari nelayan pesisir. Sehingga target yang ingin kita capai melalui TPI ini pada tahun ini tidak akan berkontribusi sama sekali terhadap PAD kita," jelas Rudi Saragi, saat ditemui di Sentani, Senin (6/11/2017).

Selain TPI, Rudi juga menjelaskan terkait usaha lain yang sedang dikelola adalah Balai Benih Ikan (BBI) air tawar di kampung Sere distrik Sentani. Tahun ini target PAD akan dikejar melalui jalur BBI, walaupun disana juga banyak persaingan terjadi.

"Pencapaian PAD kita saat ini baru 15,71 persen dari target Rp 140 juta. Hal ini disebabkan fasilitas pendukung dan dana awal minim serta banyaknya persaingan di bidang perikanan yang saat ini berkembang seperti jamur dengan usaha pemancingan sehingga untuk target seratus persen kita akan upayakan dalam dua bulan terakhir ini," ujarnya.

Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah kabupaten Jayapura, Theophilus Tegay, mengatakan sesuai komitmen bersama yang telah disepakati, dua bulan terakhir ini sudah menjadi konsekuensi bagi setiap OPD untuk meningkatkan sumber pendapatan yang telah ditetapkan.

"Kita harus komitmen dengan apa yang telah kita tanda-tangani bersama. Jangan minta uang untuk peningkatan PAD tetapi realisasinya tidak mencapai target. Ada OPD yang hanya dengan modal Rp 50 juta bisa menghasilkan PAD lebih dari seratus persen modal awal. Oleh sebab itu sudah tidak ada lagi ceritera yang bilang tidak memenuhi target yang ditetapkan," ungkapnya. (*) 

 

loading...

Sebelumnya

Kepala Bappeda pertanyakan pungutan liar di pasar

Selanjutnya

Dinas Lingkungan Hidup didorong maksimalkan program dan pendapatan   

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe