Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Pengrajin noken minta Pemkab Nabire bangun fasilitas
  • Senin, 06 November 2017 — 17:33
  • 405x views

Pengrajin noken minta Pemkab Nabire bangun fasilitas

Selama ini pemerintah tidak melihat usaha kerajinan noken sebagai peluang usaha kerakyatan di Nabire.
Mama-mama pengrajin penjual noken di pinggir jalan raya Yos Sudarso, tepatnya di depan taman Gizi depan pertokoan laut Oyehe, Nabire.
Abeth You
abethamoyeyou@gmail.com
Editor : Edi Faisol

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Nabire, Jubi – Mama-mama pengrajin noken yang telah lama jualan di pinggir jalan raya Yos Sudarso, tepatnya di depan taman Gizi dan depan pertokoan laut Oyehe, Nabire, meminta pemerintah setempat mendirikan fasilitas pendukung berupa pondok untuk memanjang daganganya.

“Bisa dibangun di depan bekas kantor DPRD, atau samping kiri pintu masuk terminal Oyehe,” kata seorang Pengrajin Noken, mama Albertina Waine, Senin, (6/11/2017).

Ia menilai selama ini pemerintah tidak melihat usaha kerajinan noken sebagai peluang usaha kerakyatan di Nabire.

“Padahal permintaan kami cukup sederhana, hanya kasih bangun pondok,” kata Albertina menambahkan.

Mama Waine  telah berjualan noken berbagai jenis sejak tahun 2013. Sebelumnya ia bersama pengrajin dan penjual noken lain berjualan di dalam pasar Oyehe, namun mereka diusir karena sengketa lapak di dalam pasar.

“Kalau kami mau jual di tempat lain itu kami selalu diusir. Jadi, pilihan terakhir kami jual di sini,” katanya

Seorang mama penjual noken lain, Fredrika Douw, mengatakan  hampir setiap saat selalu  mendapat pesanan noken dari para pejabat. “Mereka mendatangi membeli noken atau saat jalan santai,” kata Fredrida.

Menurut dia, keberadaan pondok noken sangat penting membantu kenyamanan para pembeli dan penjual sendiri.

Mama Gerfasia Waine  pedagang noken di depan pertokoan laut juga mendukung pentingnya pondok sebagai fasilitas pendukung. Karena menurut dia, payung yang digunakan saat jualan hasil bantuan mahasiswa Papua yang sedang mengenyam pendidikan di Jawa dan Bali,  sudah rusak.

Pemilik toko Mega Baru di pertokoan Oyehe, Amrin, 44, tahun, menilai penjual noken yang dilakukan mama-mama Papua di depan tokonya justru membuat kumuh . “Hampir tiap hari banyak orang yang kunjungi sering biarkan sampah tanpa dibersihkan,” kata Amrin.

Ia mengaku masih mentolerir, tapi mama-mama Papua yang jualan kadang abai, sehingga perlu tempat khusus buat jualan. “ Baiknya mereka jualan di tempat khusus,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Harga ayam potong di Pasar pagi Nabire Rp 55 ribu per ekor

Selanjutnya

Pertamina: Perlu persamaan pandangan terkait BBM Satu Harga

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe