Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Penkes
  3. Belum semua SD di kabupaten Jayapura terapkan K-13
  • Senin, 06 November 2017 — 20:26
  • 492x views

Belum semua SD di kabupaten Jayapura terapkan K-13

Kurikulum 2013 (K-13) yang sudah mulai diberlakukan beberapa tahun lalu ternyata belum semua sekolah mampu menerapkannya. Banyak kendala yang dihadapi dalam menerapkan K-13.
Siswa-siswi SD Advent Doyo Baru saat belajar di kelas - Jubi/Yance Wenda 
Yance Wenda
yan_yance@ymail.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Sentani, Jubi - Kurikulum 2013 (K-13) yang sudah mulai diberlakukan beberapa tahun lalu ternyata belum semua sekolah mampu menerapkannya. Banyak kendala yang dihadapi dalam menerapkan K-13.

“Yang saya tahu belum semua SD di kabupaten Jayapura menerapkan K-13. Kalo disini, tahun lalu sudah diberlakukan di kelas IV dan kelas I. Tahun ini kita mulai dengan kelas II dan kelas V,” ucap Kepala SD Inpres Komba, Agustina Sokoy, kepada Jubi, Senin (6/11/2017)..

Agustina menjelaskan untuk stok buku K-13 ditangung pihak sekolah, baik buku untuk siswa maupun buku untuk pegangan guru-guru.

“Waktu pertama buku baru terbit, guru sedikit tidak mengerti. Tetapi setelah diperbaharui, buku referensi yang baru ini bagus dan cocok untuk kelas masing-masing,” jelasnya.

Agustina mengatakan sebelumnya pertama kali diterapkan K-13 di sekolah ini memang terasa berat karena apa yang harus diterima siswa –siwi kelas I sampai kelas V tidak begitu sama dengan apa yang harus diajarkan kepada anak didik mereka sebelumnya.

“Kalau dulu itu tidak masuk akal. Baru kelas satu, triwulan satu saja sudah disuruh baca satu paragraf, itu kan belum bisa. Ada anak yang dari TK belum tentu dia tahu baca, mungkin hanya mengenal huruf,” kata Sokoy di ruang kerjanya.

Perempuan asal Sentani ini juga mengatakan dengan apa yang diterapkan pemerintah pusat ini tentu tidak sama dengan layaknya anak-anak yang ada di perkotaan seperti di Jakarta, dimana anak TK sudah dapat membaca dan menghitung dengan baik.

“Apalagi ini di kampung. Anak dari rumah langsung masuk sekolah kok dia bisa baca satu kalimat. Ada orang tua juga yang sempat datang protes dengan tugas yang diberikan kepada siswa anak kelas II saja belum bisa membaca. Mungkin anak-anak di pulau Jawa sana dari TK itu sudah dituntun, kalau disini itu kebanyaka dari rumah langsung,” tutur Sokoy.

Setelah dilakukan perbaikan buku-buku buat pembelajaran bagi anak sehingga sekarang anak-anak dapat belajar dengan baik tidak seperti sebelumnya.

“Kami guru-guru kendalanya itu cuman cara mengisi nilai. Sehingga tahun lalu itu diajarkan dengan K-13 tapi terima rapor dengan KTSP yang lama. Setelah dilakukan IHT khusus K-13 sampai dengan cara pengisian dan itu dilakukan di sekolah ini dengan mengundang tiga sekolah lainnya. Fasilitator kami undang dari Dinas Pendidikan, Seksi Kurikulum dan pengawas fasilitator,” jelasnya.

Hal yang sama disampaikan Kepala SD Advent Doyo Baru, Max Onsu. Saat ditemui Jubi di Doyo, Max mengatakan dengan K-13 ini pemerintah Indonesia ingin anak-anak semakin cerdas, menjadi satu harapan bagi nusa dan bangsa.

“Kalau bisa pemerintah terus mendukung agar anak-anak kita ini dapat berhasil dengan baik,” jelasnya. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Mahasiswa Uncen optimis pemilu raya kampusnya terselenggara 2018

Selanjutnya

Kondisi kamar jenazah RSU Yowari memprihatinkan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe