Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Sengketa pelabuhan Serui, keterangan saksi dari Navigasi tidak relevan
  • Senin, 06 November 2017 — 20:57
  • 744x views

Sengketa pelabuhan Serui, keterangan saksi dari Navigasi tidak relevan

saksi yang dihadirkan pihak Navigasi tidak sesuai dengan agenda sidang yang dilakukan, karena memberikan keterangan terkait dengan kasus keributan atau pun intervensi yang dilakukan oleh pihak penggugat pada saat terjadinya proses tender .
Para kuasa hukum PT Urampi Indah Pratama saat memberikan bukti-bukti kepada majelis hakim dalam sidang pertama proyek Pembangunan pelabuhan Serui di PTUN Jayapura - Jubi/Roy Ratumakin.
Roy Ratumakin
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Edi Faisol

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi –Keterangan saksi yang dihadirkan Navigasi dalam kasus sengketa pembangunan pelabuhan Serui, dinilai tidak relevan. Hal itu terlihat saat sidang yang digelar di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jayapura, Senin, (6/11/2017), dengan agenda menghadirkan  keterangan saksi.

"Kami melihat ada kecurangan karena pihak Kelompok Kerja (Pokja) Pengadaan barang dan jasa unit layanan pengadaan Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Distrik Navigasi kelas II Jayapura menyiapkan panitia yang tidak profesional," kata Penasehat hukum dari PT Urampi Indah Pratama, Frederika Korain, kepada Jubi usai sidang.

Ia menyebutkan saksi yang dihadirkan pihak Navigasi tidak sesuai dengan agenda sidang yang dilakukan, karena memberikan keterangan terkait dengan kasus keributan atau pun intervensi yang dilakukan oleh pihak penggugat pada saat terjadinya proses tender.

"Seharusnya hal tersebut tidak dibicarakan dalam sidang ini. Karena apabila ada masalah seperti itu ada baiknya pihak navigasi melaporkan ke pihak kepolisian,” kata Frederika menambahkan.

Menurut dia, sidang yang digelar di PTUN sifatnya administrasi atau memeriksa surat-surat sesuai dengan pokok perkara.

Di tempat terpisah, salah satu kuasa hukum dari PT Dewa Ruci Mulia, Patlak Siburian mengatakan juga keberatan dengan dihadirkannya saksi dari pihak penggugat karena saksi tersebut merupakan adik kandung dari pemilik PT Urampi Indah Pratama.

"Akan tidak objektif kalau saksi merupakan adik kandung dari penggugat. Kami menolak hal itu," katanya singkat.

Sebelumnya PTUN Jayapura mengabulkan permohonan dari PT Urampi Indah Pratama, yang menuntut  penghentikan dan meninjau kembali prosedur pelelangan yang dilakukan oleh Pokja Pengadaan barang dan jasa unit layanan pengadaan Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Distrik Navigasi kelas II Jayapura tahun anggaran 2017.

Lelang itu sebelumnya memenangkan PT. Dewa Ruci Mulia dalam pembangunan Pelabuhan Serui.

Proyek pembangunan Pelabuhan Serui memakan dana sebesar Rp 35 Miliar dari APBN 2017, disinyalir tidak berjalan sesuai dengan peraturan yang berlaku karena penyedia proyek (Pokja) telah melakukan penunjukan langsung. (*)

 

loading...

Sebelumnya

KPUD Yahukimo umumkan hasil PPD Pilgub 2018 pekan depan

Selanjutnya

Pabrik petatas di perbatasan RI-PNG mangkrak

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe