Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Pertamina: Perlu persamaan pandangan terkait BBM Satu Harga
  • Kamis, 06 November 2017 — 14:42
  • 150x views

Pertamina: Perlu persamaan pandangan terkait BBM Satu Harga

PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) VIII Maluku-Papua menegaskan perlu adanya persamaan pandangan terkait dengan program BBM Satu Harga.
SPBU di kota Jayapura - Jubi/Sindung
Sindung Sukoco
sindung@tabloidjubi.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi - PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) VIII Maluku-Papua menegaskan perlu adanya persamaan pandangan terkait dengan program BBM Satu Harga.

“Seperti apa yang sudah dikatakan pemerintah, program satu harga ini adalah satu harga di lembaga penyalur karena tanggung jawab mereka hanya sampai ke lembaga penyalur resmi (APMS/SPBU). Diluar itu pihaknya tidak mengatur harga jual BBM di tingkat pengecer,” kata Manager Marketing Operation Region (MOR) VIII Maluku-Papua, Zibali Hisbul Masih, kepada Jubi, Selasa (6/11/2017).

Terkait dengan harga eceran BBM yang mencapai Rp 100 ribu/liter di distrik Kirihi Waropen yang dikeluhkan warga atau dokter disana, iapun tak menyangkalnya sebab itu diluar dari wewenangnya. 

"Pengecer itu sudah ada di luar wewenangnya Pertamina. Kami diberi tugas khusus oleh pemerintah untuk mensukseskan program ‘Nusantara Satu Harga’ yang kemudian mereka tindaklanjuti dengan program Papua Satu Harga,” ujarnya.

Dalam penentuan titik yang ada lembaga penyalur satu harga dilakukan oleh Pemda, BPH Migas, dan Pertamina. Titik-titik yang disasar adalah daerah 3T yakni Terluar, Terdepan, dan Tertinggal, serta menjadi pusat kegiatan masyarakat yang harus ada konsumennya. 

“Jumlah distrik di MOR VIII ada 917 dan yang sudah ada lembaga penyalur baru 169 distrik dan daerah-daerah tersebut jumlah penduduknya padat. Hingga akhir 2017 ini kita diharapkan ada enam titik lagi tambahan lembaga penyalur seperti di Supiori, Waropen bawah, Boven Digoel, Inawata, Maybrat, dan Sugapa,” tegasnya. 

Seperti diberitan sebelumnya, Leonardo, dokter pegawai tidak tetap (PTT), yang sudah setahun mengabdi di distrik Kirihi, kabupaten Waropen, provinsi Papua, mengungkapkan harga bahan bakar minyak (BBM) eceran jenis premium di wilayah itu mencapai Rp 100 ribu per liter.

"Harga bensin di Kirihi masih mahal sekali. Masyarakat menjualnya dengan harga Rp 100 ribu per liter. Mau tidak mau harus beli kalau mendadak dibutuhkan," ujarnya, ketika dikonfirmasi dari Jayapura. (*)

loading...

Sebelumnya

Pengrajin noken minta Pemkab Nabire bangun fasilitas

Selanjutnya

Hingga akhir 2017, puluhan kampung di Sarmi dan Wamena akan teraliri listrik 

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe