close
Iklan Kominfo
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Pertamina: Perlu persamaan pandangan terkait BBM Satu Harga
  • Kamis, 06 November 2017 — 14:42
  • 619x views

Pertamina: Perlu persamaan pandangan terkait BBM Satu Harga

PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) VIII Maluku-Papua menegaskan perlu adanya persamaan pandangan terkait dengan program BBM Satu Harga.
SPBU di kota Jayapura - Jubi/Sindung
Sindung Sukoco
Editor : Dewi Wulandari

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi - PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) VIII Maluku-Papua menegaskan perlu adanya persamaan pandangan terkait dengan program BBM Satu Harga.

“Seperti apa yang sudah dikatakan pemerintah, program satu harga ini adalah satu harga di lembaga penyalur karena tanggung jawab mereka hanya sampai ke lembaga penyalur resmi (APMS/SPBU). Diluar itu pihaknya tidak mengatur harga jual BBM di tingkat pengecer,” kata Manager Marketing Operation Region (MOR) VIII Maluku-Papua, Zibali Hisbul Masih, kepada Jubi, Selasa (6/11/2017).

Terkait dengan harga eceran BBM yang mencapai Rp 100 ribu/liter di distrik Kirihi Waropen yang dikeluhkan warga atau dokter disana, iapun tak menyangkalnya sebab itu diluar dari wewenangnya. 

"Pengecer itu sudah ada di luar wewenangnya Pertamina. Kami diberi tugas khusus oleh pemerintah untuk mensukseskan program ‘Nusantara Satu Harga’ yang kemudian mereka tindaklanjuti dengan program Papua Satu Harga,” ujarnya.

Dalam penentuan titik yang ada lembaga penyalur satu harga dilakukan oleh Pemda, BPH Migas, dan Pertamina. Titik-titik yang disasar adalah daerah 3T yakni Terluar, Terdepan, dan Tertinggal, serta menjadi pusat kegiatan masyarakat yang harus ada konsumennya. 

“Jumlah distrik di MOR VIII ada 917 dan yang sudah ada lembaga penyalur baru 169 distrik dan daerah-daerah tersebut jumlah penduduknya padat. Hingga akhir 2017 ini kita diharapkan ada enam titik lagi tambahan lembaga penyalur seperti di Supiori, Waropen bawah, Boven Digoel, Inawata, Maybrat, dan Sugapa,” tegasnya. 

Seperti diberitan sebelumnya, Leonardo, dokter pegawai tidak tetap (PTT), yang sudah setahun mengabdi di distrik Kirihi, kabupaten Waropen, provinsi Papua, mengungkapkan harga bahan bakar minyak (BBM) eceran jenis premium di wilayah itu mencapai Rp 100 ribu per liter.

"Harga bensin di Kirihi masih mahal sekali. Masyarakat menjualnya dengan harga Rp 100 ribu per liter. Mau tidak mau harus beli kalau mendadak dibutuhkan," ujarnya, ketika dikonfirmasi dari Jayapura. (*)

loading...

Sebelumnya

Pengrajin noken minta Pemkab Nabire bangun fasilitas

Selanjutnya

Hingga akhir 2017, puluhan kampung di Sarmi dan Wamena akan teraliri listrik 

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4914x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4250x views
Otonomi |— Rabu, 17 Oktober 2018 WP | 2475x views
Polhukam |— Selasa, 16 Oktober 2018 WP | 2431x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe