Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Dunia
  3. Menangkapi para pangeran kaya nan korupsi
  • Selasa, 07 November 2017 — 01:18
  • 1341x views

Menangkapi para pangeran kaya nan korupsi

Langkah pertama yang diambil lembaga anti korupsi ini langsung bikin kaget: menangkap 11 pangeran, empat menteri yang masih menjabat, dan puluhan bekas menteri.
Putra Mahkota Mohammed bin Salman.Reuters/Jubi
Syam Terrajana
Editor :

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Riyadh,Jubi- Raja Salman, mengumumkan dua perubahan besar di Kerajaan Arab Saudi. Pertama perombakan kabinet dan kedua pembentukan lembaga antikorupsi, yang dikepalai Putra Mahkota, Mohammed bin Salman.

"Dan keputusan pertama dari lembaga antikorupsi ini adalah memerintahkan penangkapan atas sejumlah pangeran dan pengusaha kakap karena dugaan keterlibatan mereka dalam korupsi di berbagai kasus berbeda," begitu dilansir media Arab News, Minggu , 5/11/2017.

Lembaga antikorupsi baru ini memiliki kepala komisi antikorupsi, dan keamanan publik, dan jaksa penuntut umum, dan otoritas investigasi. Tugas baru dari lembaga antikorupsi yang dibentuk Raja Salman adalah mengumpulkan semua jenis pelanggaran, pelaku, dan lembaga yang terlibat dalam korupsi uang publik," begitu bunyi keputusan Raja Salman.

Lembaga ini memiliki sejumlah kewenangan seperti menginvestigasi, mengeluarkan surat perintah penahanan, dan melarang orang berpergian, memerintahkan pembukaan dokumen keuangan rahasia, membekukan rekening dan portofolio investasi, melacak dana dan aset serta mencegah perpindahannya antarindividu dan institusi.

"Lembaga ini memiliki kewenangan untuk mengambil langkah pencegahan yang diperlukan, hingga kasusnya dirujuk ke otoritas investigasi dan pengadilan," begitu bunyi keputusan Raja Salman.

Raja Salman juga memerintahkan lembaga ini berwenang mengambil tindakan yang diperlukan terhadap orang-orang yang terlibat dalam kasus korupsi uang publik. Lembaga ini juga diijinkan untuk menyita aset dan uang dari perorangan dan lembaga dan mengembalikannya kepada kas negara sebagai harta negara.

Untuk perombakan kabinet, Raja Salman mengganti Menteri Pertahanan (National Guard) Arab Saudi, Miteb bin Abdulla dengan Pangeran Khaled bin Ayyaf. Menteri Ekonomi, Adel Fakieh, digantikan Mohammed Al-Tuwaijri.

Pergantian juga merembet ke Komandan Angkatan Laut, Abdullah Al-Sultan, yang digantikan oleh Laksamana Fahad AL-Ghofaili.

Langkah pertama yang diambil lembaga anti korupsi ini langsung bikin kaget: menangkap 11 pangeran, empat menteri yang masih menjabat, dan puluhan bekas menteri. Berikut ini adalah beberapa nama penting di antara mereka, seperti dilansir AFP, Minggu (5/11/2017).

Berikut daftar dan figur para pangeran di antaranya yang ditangkap karena dugaan korupsi:

Pangeran Al-Waleed bin Talal: Taipan flamboyan berusia 62 tahun. Orang terkaya sedunia. punya saham mayoritas di The Kingdom Holding Company, yang memiliki The Savoy di London, Fairmont Plaza, dan hotel George V di Paris. Dia juga punya saham di Lyft, Twitter, News Corp, dan 21st Century Fox.

Pangeran Miteb bin Abdullah: Putra Raja Abdullah. Dicopot dari jabatannya sebagai Kepala Garda Nasional Arab Saudi, sebuah pasukan elite di negeri itu. Pria 64 tahun ini kandidat utama untuk tahta kerajaan Arab Saudi.

Waleed bin Ibrahim al-Ibrahim: ipar Raja Fahd dan pemilik dari Middle East Broadcasting Company (MBC), salah satu jaringan satelit paling berpengaruh di jazirah Arab.  

Pangeran Turki bin Abdullah: Putra Raja Abdullah ini adalah mantan gubernur Provinsi Riyahd.

Adel bin Mohammad Faqih:Menteri Ekonomi dan Perencanaan ini sebelumnya menjadi target reformasi ekonomi kerajaan itu. Dia pun dicopot dari jabatannya. Sebelumnya, dia adalah Wali Kota Jeddah dan pernah menjadi Menteri Tenaga Kerja.

Ibrahim al-Assaf: Mantan Menteri Keuangan yang tahun ini mewakili Raja Salman di pertemuan negara-negara G20 di Jerman. (ded)Ibrahim al-Assaf
Dia ini mantan Menteri Keuangan yang tahun ini mewakili Raja Salman di pertemuan negara-negara G20 di Jerman.(*)

Sumber: CNN Indonesia/Tempo.co
 

loading...

#

Sebelumnya

Ketika seni jadi senjata untuk melawan..

Selanjutnya

Di Belgia, Puigdemont bebas berkampanye

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4843x views
Polhukam |— Selasa, 09 Oktober 2018 WP | 4253x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4082x views
Advertorial |— Selasa, 09 Oktober 2018 WP | 3453x views
Lembar Olahraga |— Rabu, 10 Oktober 2018 WP | 2909x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe