Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Jawa
  3. Paradise paper, amunisi mengejar para wajib pajak
  • Selasa, 07 November 2017 — 01:20
  • 919x views

Paradise paper, amunisi mengejar para wajib pajak

Dalam data ICIJ disebutkan nama Tommy dan Mamiek Suharto serta Prabowo Subianto.
Ilustrasi. Elshintacom/Jubi
Editor : Syam Terrajana

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi - Direktorat Jenderal Pajak mengaku bakal menggunakan segala sumber, termasuk laporan Paradise Paper yang dirilis International Consortium of Investigative Journalist (ICIJ) guna memastikan kepatuhan wajib pajak.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat (P2Humas) Hestu Yoga Saksama menuturkan, instansinya akan mencoba memperoleh data dan informasi dari berbagai sumber, termasuk Paradise Paper secara detail.

"Ini di antaranya, untuk mengetahui apakah harta yang sudah dilaporkan wajib pajak sudah dilaporkan dalam SPT (Surat Pemberitahuan Tahunan) atau telah dideklarasikan dalam amnesti pajak," ujar Yoga kepada CNNIndonesia.com, Senin (6/11/2017).

Informasi yang berasal dari Panama Papers, transfer melalui Standard Chartered kemarin, dan Paradise Papers saat ini mendahului informasi yang nantinya akan diperoleh pemerintah melalui akses informasi untuk perpajakan (automatic tax information exchange/AEOI). AEOI untuk Indonesia rencananya akan efektif pada September 2018 mendatang.

Paradise Papers yang terdiri dari 13,4 juta dokumen mengungkapkan sejumlah nama penting yang menggunakan perusahaan cangkang offshore.

Dokumen tersebut juga mengungkap hubungan antara Rusia dengan sekretaris perdagangan Presiden AS Donald Trump, transaksi rahasia penggalangan dana untuk Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, hingga perusahaan cangkang luar negeri milik Ratu Inggris dan lebih dari 120 politisi di seluruh dunia.

Beberapa nama terkenal dari Indonesia juga disebut dalam dokumen tersebut, antara lain anak-anak mantan Presiden Soeharto, yakni Tommy Soeharto dan Mamiek Soeharto dan Prabowo.

Dalam dokumen disebutkan Prabowo sebagai direktur Nusantara Energy Resources, perusahaan di Bermuda yang sekarang sudah ditutup.

Seperti halnya bocornya Panama Papers tahun lalu, dokumen diperoleh oleh surat kabar Jerman Süddeutsche Zeitung, yang kemudian meminta International Consortium of Investigative Journalists (ICIJ) atau Konsorsium Jurnalis Investigatif untuk melakukan penyelidikan.

Laporan yang dikeluarkan Minggu (05/11/2017) ini baru sebagian kecil dari laporan yang akan dikeluarkan dalam satu minggu dan akan mengungkap skandal pajak dan keuangan sebagian dari ratusan orang dan perusahaan yang namanya disebut dalam data.

Banyak artikel terpusat pada bagaimana para politikus, perusahaan multinasional, selebriti dan orang kaya secara individu menggunakan struktur kompleks yayasan dan perusahaan-perusahaan tertutup untuk melindungi uang mereka dari para pejabat pajak atau menyembunyikan transaksi mereka.

Sebagian besar transaksi ini disebutkan tidak melanggar peraturan.

Tommy dan Mamiek Suharto disebutkan dalam laporan ICIJ dan tidak menanggapi permintaan untuk memberi komentar.

Dalam data ICIJ disebutkan nama Tommy dan Mamiek Suharto serta Prabowo Subianto.

Tommy, yang merupakan pimpinan Humpuss Group, pernah menjadi direktur dan bos dewan Asia Market Investment, perusahaan yang terdaftar di Bermuda pada 1997 dan ditutup pada tahun 2000.

ICIJ juga mencatat alamat yang sama untuk Asia Market dan V Power, perusahaan yang terdaftar di Bahama dan dimiliki Tommy Suharto dan memiliki saham di perusahaan mobil mewah Italia Lamborghini, menurut catatan Securities and Exchange Commision.

Data dari Appleyby, firma hukum di Bermuda yang mengeluarkan data, juga mencakup informasi tentang perusahaan patungan di Bermuda antara cabang Humpuss dan NLD, perusahaan iklan Australia.

Menurut laproran setempat pada 1997, perusahaan patungan itu membuat Tommy Suharto dan mitranya dari Australia mendirikan iklan jalan di Negara Bagian Victoria, Australia, Filipina, Malaysia, Myanmar dan Cina. Perusahaan itu ditutup di Bermuda pada 2003 dan dicatat di Appleby sebagai "pengemplang pajak."

Sementara Mamiek disebutkan adalah wakil presiden Golden Spike Pasiriaman Ltd dan pemilik dan pimpinan Golden Spike South Sumatra Ltd, bersama Maher Algadri, eksekutif Kodel Group, salah satu konglomerat terbesar Indonesia zaman Suharto, menurut Forbes. (*)

Sumber: CNN Indonesia/Tempo.co
 

loading...

#

Sebelumnya

Atlet voli Papua Tengah didorong ikut PON 2020

Selanjutnya

Pemprov minta Bulog percepatan distribusi semua komoditi 

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe