Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pengalaman
  3. Ela Griapon, jualan bumbu dapur untuk bayar cicilan rumah
  • Selasa, 07 November 2017 — 12:44
  • 3638x views

Ela Griapon, jualan bumbu dapur untuk bayar cicilan rumah

Perempuan pun bisa berperan aktif membantu suami mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Berdasar keyakinan itu, Ela Griapon (36), bekerja, berjualan bumbu dapur, dari pagi hingga malam.
Mama Ela Griapon saat berjualan di pasar baru Doyo. Jubi/Yance Wenda
Yance Wenda
Editor : Dewi Wulandari
LipSus
Features |
Kamis, 22 Februari 2018 | 07:49 WP
Features |
Kamis, 22 Februari 2018 | 07:39 WP
Features |
Rabu, 21 Februari 2018 | 13:43 WP

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Sentani, Jubi  - Perempuan pun bisa berperan aktif membantu suami mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Berdasar keyakinan itu, Ela Griapon (36), bekerja, berjualan bumbu dapur, dari pagi hingga malam.

“Saya sudah empat tahun berjualan di depan Polres Jayapura, sampai pindah di pasar Doyo ini,” kata Ela Griapon, saat ditemui Jubi di pasar Doyo Baru kabupaten Jayapura, Senin (6/11/2017).

Perempuan asal Sorong ini juga mengatakan berjualan tidak harus satu macam jualan namun kembali kepada penjual bagaimana lincahnya dia.

“Yang mama jual itu tidak hanya satu macam jualan, ada banyak jualan, mulai dari sayur-mayur, bumbu dapur, sagu, dan yang lainnya. Intinya sembako saja,” jelasnya.

Perempuan 36 tahun ini menjelaskan dagangan yang ia jual seperti rica, tomat, dan bawang. Bila dibeli dalam partai banyak bisa habis dalam dua atau tiga hari. Kalau beli dengan karung bisa sampai satu bulan baru habis, tergantung banyak sedikitnya pembeli.

“Kalau seperti sayur begitu kan itu dalam satu hari kita bisa pergi belanja dan untuk seperti minyak, garam, fetsin, dan lainnya itu kan bisa pergi belanja lusinan. Jadi kalau habis lama itu paling tiga minggu,” ujar Griapon.

Griapon mengatakan pendapatan yang ia dia peroleh tergantung banyak sedikitnya pembeli.

“Pendapatan paling rendah dalam satu hari itu kalau saya pribadi Rp 500 ribu sampai Rp 600 ribu. Kalo paling tinggi itu dapat Rp 1,5 juta dan juga Rp 1 juta. Itu kotornya,” ucapnya.

Dari hasil jualan ini selain ia gunakan untuk kebutuhan rumah tangga juga untuk membiayai adiknya yang melanjutkan studi di perguruan tingggi Umel Mandiri Jayapura, membiayai anak yang sekolah, dan membayar rumah subsidi yang diambilnya.

“Dengan jualan ini sangat membantu. Kalau hanya harap suami yang pegawai negeri tidak bisa, uang gaji tidak cukup untuk biaya hidup karena biaya hidup ini tinggi,” pungkas Ela.

“Hidup ini kita harus tekun berusaha bukan tinggal diam. Bagaimana mau lengkapi kebutuhan hidup rumah tangga kalau tidak mau bergerak,” ucap Mama Ana, pedagang sayur mayur di pasar Doyo Baru, yang berjualan disamping Mama Ela Griapon. (*)

loading...

Sebelumnya

Di ruang sempit dan sederhana, Ahmad Wiyanto membuka usaha meubelnya

Selanjutnya

Tiga orang yang terlupakan dalam kasus sakitnya anak Puti Hatil (Bagian I)

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Berita Papua |— Sabtu, 17 Februari 2018 WP | 6212x views
Pasifik |— Rabu, 14 Februari 2018 WP | 3065x views
Penkes |— Senin, 12 Februari 2018 WP | 3004x views
Otonomi |— Selasa, 13 Februari 2018 WP | 2647x views
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe