Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Dunia
  3. Di Belgia, Puigdemont bebas berkampanye
  • Selasa, 07 November 2017 — 14:27
  • 601x views

Di Belgia, Puigdemont bebas berkampanye

Putusan pengadilan ini berarti Puigdemont, yang meninggalkan Spanyol bulan lalu menyusul pembubaran pemerintah regional Catalan oleh Madrid, kini bebas untuk berkampanye jelang pemilihan umum hingga 21 Desember yang akan datang.
Carles Puigdemont dinyatakan tak perlu ditahan oleh otoritas Belgia. Reuters/Jubi
Editor : Syam Terrajana

Papua No. 1 News Portal | Jubi
 

Brussels, Jubi - Mantan pemimpin Catalonia Carles Puigdemont tidak perlu mendekam di balik jeruji setelah pengadilan Brussels menyatakan ia boleh melenggang bebas di Belgia hingga Spanyol mendakwanya melakukan pemberontakan terhadap negara.

Putusan pengadilan ini berarti Puigdemont, yang meninggalkan Spanyol bulan lalu menyusul pembubaran pemerintah regional Catalan oleh Madrid, kini bebas untuk berkampanye jelang pemilihan umum hingga 21 Desember yang akan datang.

Puigdemont pada Senin (6/11) menyatakan langkah pemerintahannya sah dan ia mengkritisi sistem yudisial Spanyol karena “jelas tidak independen dan tidak netral.”

Pemilu sela Desember ini bisa dipandang sebagai referendum kemerdekaan secara de facto, menyusul pemungutan suara sesungguhnya yang dianggap ilegal, 1 Oktober lalu.

Partai Puigdemont, PDeCAT, dan satu partai pro-kemerdekaan lainnya, menyatakan mungkin akan membentuk koalisi, tapi mesti membuat pernyataan aliansi resmi dengan tenggat waktu pada Selasa ini.

Walau demikian, aliansi lain juga bisa terbentuk setelah pemilu itu sendiri.

Upaya merdeka Catalonia telah menarik Spanyol ke dalam krisis politik terparah sejak pemberlakuan kembali demokrasi empat dekade lalu. Krisis ini telah memecah belah negara, memicu sentimen anti-Spanyol di Catalonia dan kecenderungan nasionalis di tempat-tempat lain.

Puigdemont menyerahkan diri kepada polisi Belgia bersama empat mantan menterinya, menyusul perintah penangkapan yang dikeluarkan Spanyol atas dugaan pemberontakan dan penyalahgunaan dana.

Semua buron Spanyol itu dilarang meninggalkan Belgia tanpa seizin hakim.

Mereka akan disidang pada 17 November dalam rangka membahas perintah penangkapan tersebut, kata jaksa di Brussel yang dikutip Reuters.

Sebelumnya, hakim di pengadilan Spanyol menerbitkan surat perintah buat menangkap mantan Presiden Negara Bagian Catalunya, Carles Puigdemont.

Surat itu diteken sehari setelah Pugidemont mangkir dari panggilan pemeriksaan kasus dugaan makar, karena mendeklarasikan kemerdekaan dari Spanyol.

Dilansir dari laman AFP, Minggu (5/11), Puigdemont dijerat dengan delik pemberontakan, menghasut, dan penyelewengan uang negara.

Surat perintah penangkapannya berlaku di seluruh negara anggota Uni Eropa. Lelaki berusia 54 tahun itu mestinya hadir dalam pemeriksaan di Ibu Kota Madrid pada Kamis lalu. Namun, dia dan beberapa mantan anggota kabinetnya memilih tetap bersembunyi di Belgia.

Kendati begitu, Puigdemont menyangkal sengaja kabur menyelamatkan diri dari kejaran pemerintah Spanyol. Dia mengeluhkan pengusutan perkaranya tidak bakal obyektif karena sarat muatan politis.

"Saya sudah mengatakan kepada kuasa hukum dan pemerintah Belgia kalau saya dalam pengasingan," kata Puigdemont.

Kejaksaan Agung Belgia menyatakan mereka bakal mempelajari terlebih dulu surat penahanan buat Puigdemont, dan menyerahkannya kepada hakim.

Pengadilan Tinggi Spanyol juga sebelumnya memutuskan delapan menteri Catalan harus dipenjara dengan dakwaan pemberontakan, penghasutan, dan penyalahgunaan dana publik.

Jaksa juga mengeluarkan surat penangkapan kepada pemimpin Catalan Carles Puigdemont, yang tidak hadir di pengadilan dan sekarang berada di Belgia. Permintaan tersebut juga mencakup empat mantan menteri lainnya yang tidak menghiraukan panggilan penangkapan itu.

Spanyol tengah dicengkeram oleh krisis konstitusi sejak referendum Catalonia pada 1 Oktober lalu yang hasilnya menyatakan mereka ingin merdeka dari Spanyol. Di mata pemerintah Spanyol referendum itu ilegal.

Pekan lalu Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy mengambil alih pemerintahan Catalonia, membubarkan parlemen daerah dan menyerukan pemilihan lokal pada 21 Desember.

BBC melaporkan, Jumat (3/11/2017),ribuan orang berkumpul di luar parlemen daerah Catalonia di Barcelona untuk berunjuk rasa memprotes keputusan pengadilan Spanyol. Banyak yang membawa bendera dan slogan Catalan yang bertuliskan "Kebebasan untuk tahanan politik".

Sembilan dari 14 mantan menteri Catalan yang dipanggil muncul di hadapan Hakim Carmen Lamela.

Hakim mengatakan mereka harus ditahan karena ada kemungkinan mereka akan ke luar negeri atau menghancurkan barang bukti.

Delapan menteri Catalonia yang ditahan yaitu:Mantan Wakil Presiden Oriol Junqueras,mantan Menteri Dalam Negeri Joaquim Forn,mantan Menteri Luar Negeri Raül Romeva,mantan Menteri Kehakiman Carles Mundó,mantan Menteri Buruh Dolors Bassa,mantan Penasihat Kepresidenan Jordi Turull,mantan Menteri Pembangunan Berkelanjutan Josep Rull, mantan Menteri Kebudayaan Meritxell Borras

Pejabat kesembilan, mantan Menteri Bisnis Santi Vila, dibebaskan dengan jaminan atas permintaan jaksa. Dia mengundurkan diri sebelum parlemen Catalan mendeklarasikan kemerdekaan Jumat lalu.

Selain Puigdemont, jaksa telah meminta hakim pengadilan tinggi Spanyol untuk mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk pejabat Catalan lainnya, yakni: Meritxell Serret, mantan menteri pertanian,Antoni Comín, mantan menteri kesehatan, Lluís Puig, mantan menteri kebudayaan, Clara Ponsatí, mantan menteri pendidikan. (*)

Sumber: CNN Indonesia/Merdeka.com

 

loading...

#

Sebelumnya

Menangkapi para pangeran kaya nan korupsi

Selanjutnya

Harta ratu Elizabeth II di surga pajak

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe