Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Dewan tuding pabrik Petatas mangkrak akibat salah perencanaan
  • Selasa, 07 November 2017 — 19:59
  • 1501x views

Dewan tuding pabrik Petatas mangkrak akibat salah perencanaan

Radius menyebutkan seharusnya mendirikan industri di satu daerah, diimbangi terlebih persiapan studi kelayakan dan menganalisa seperti apa potensi di wilayah itu.
Pabrik betatas di Distrik Sota Kabupaten Merauke, Papua – Jubi.Dok
Arjuna Pademme
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi – Legislator Papua dari daerah pemilihan Merauke, Mappi, Asmat, dan Boven Digoel, Radius Simbolon menilai mangkraknyya pabrik pengolahan petatas atau ubi jalar di Distrik Sota, Kabupaten Merauke akibat kesalahan perencanaan. Radius menyebutkan seharusnya mendirikan industri di satu daerah, diimbangi terlebih persiapan studi kelayakan dan menganalisa seperti apa potensi di wilayah itu.

“Apalagi untuk jangka panjang dengan menggunakan anggaran daerah yang tidak sedikit. Apakah ini ada studi kelayakannya tidak? Kalau tidak ada, ini abal-abal namanya,” kata Radius kepada Jubi, Selasa (7/11/2017).

Anggota komisi anggaran dan aset daerah DPR Papua itu menilai pertanian di Merauke adalah padi, bukan petatas. Wajar jika kini pabrik pengolahan petatas di wilayah itu tidak beroperasi akibat sulitnya bahan baku.

Menurut dia, mangkraknya pabrik pengolah petatas akibat terkendala bahan baku yang seharusnya diolah sedangkan Merauke dikenal sebagai daerah penghasil beras, bukan petatas.  “Akhirnya keberadaan pabrik buang-buanganggaran. Pemborosan anggaran yang tidak tepat sasaran,” katanya.

Wakil Ketua komisi perekonomian DPRD Kabupaten Merauke, Beny Latumahina mengatakan beberapa tahun lalu pemerintah berencana mengola ubi jalar di Merauke menjadi tepung dengan kesiapan tempat dan mesin.

“Namun dibatalkan dan disepakati mengembangkan singkong,” kata Beny Latumahina.

Ia mengusulkan lebih baik pabrik petatas yang mangkrak dimanfaatkan menjadi pabrik tepung tapioka. “Daripada bangunan yang menghabiskan anggaran Rp19 miliar mubazir,” kata Beny menjelaskan.

Menurut dia, manfaatnya akan sangat besar terhadap peningkatan ekonomi masyarakat mendatang. (*)

loading...

Sebelumnya

Filep Karma: Penembakan bukan bagian perjuangan Papua merdeka

Selanjutnya

Mantan Sekda Merauke akhirnya jalani hukuman kurungan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 32874x views
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 8920x views
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 6426x views
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 5716x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5581x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe