Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Ada pegawai nakal di Kemenkumham Papua
  • Selasa, 07 November 2017 — 20:57
  • 1107x views

Ada pegawai nakal di Kemenkumham Papua

Kepala Divisi Lapas (Kadiv Pas) Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Papua, Sarlota, mengakui ada pegawai ‘nakal’ di kantor tersebut. Hal ini terlihat ketika pihak Kemenkumham Papua melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika, Doyo kabupaten Jayapura, beberapa hari lalu.
Kepala Seksi Lapas Kemenkumham Papua, Rumboirusi, saat menunjukkan barang bukti hasil sidak di Lapas Narkotika - Jubi/Roy Ratumakin
Roy Ratumakin
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi - Kepala Divisi Lapas (Kadiv Pas) Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Papua, Sarlota, mengakui ada pegawai ‘nakal’ di kantor tersebut. Hal ini terlihat ketika pihak Kemenkumham Papua melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika, Doyo kabupaten Jayapura, beberapa hari lalu.

"Saya heran, ketika kami melakukan sidak, ternyata penghuni Lapas sepertinya sudah tahu akan kedatangan kami," katanya kepada wartawan, di Jayapura, Selasa (7/11/2017).

Sarlota menilai ada bawahannya yang bersama-sama dengan rombongan dari Jayapura sudah melakukan komunikasi kepada teman-temannya yang saat itu bertugas di Lapas Narkotika bahwa pihaknya akan melakukan sidak.

"Jangan ada dusta di antara kita. Itu yang saya sampaikan setelah inspeksi tersebut," ujarnya.

Dikatakan, ketika pihaknya melakukan sidak, memang ketika mau memasuki pintu masuk Lapas Narkotika saya sudah perintahkan kepada anggota saya untuk menyita telepon genggam milik petugas Lapas, karena kekhawatiran pihaknya ada oknum petugas Lapas membocorkan rencana sidak tersebut.

"Tapi ternyata bukan petugas Lapas Narkotika namun ada oknum pegawai Kemenkumham Papua yang ikut dalam rombongan kami ini yang saya curiga telah melakukan komunikasi dengan para petugas Lapas Narkotika atau para napi disana soal sidak ini. Ke depan, saya akan tertibkan. Kalau kedapatan akan saya tindak tegas," katanya.

Kepala Seksi Lapas Kemenkumham Papua, Rumboirusi, menambahkan dari hasil sidak tersebut pihaknya mendapatkan barang bukti berupa lima paket ganja siap edar. Bila dijual satu paket ganja Rp 50 ribu. Puluhan cutter yang sudah dimodifikasi berbentuk pisau, puluhan korek api, dan uang Rp 2 juta rupiah.

"Barang sitaan ini akan kami musnahkan dalam waktu dekat. Uangnya akan kami kembalikan ke pihak keluarga napi. Jadi saat kami sita uangnya, kami sudah mendata para napi tersebut, sehingga dengan mudah kami bisa mendapatkan nama dan nomor kontak pihak keluarga," ujarnya.

Disinggung kepemilikan ganja yang ditemukan di Lapas Narkotika, Rumboirusi mengatakan pihaknya belum mengetahui secara jelas siapa pemilik ganja tersebut, karena ketika pihaknya melakukan sidak, paket ganja tersebut ditemukan di halaman dalam Lapas.

"Saya yang temukan paket ganja tersebut. Saya curiga, ketika kami datang, napi yang memiliki paket ganja tersebut membuang paketnya ke halaman. Kami sudah membentuk tim untuk menelusuri kenapa sehingga ganja bisa berbeda di dalam lapas. Ini sebuah kesalahan yang harus diperbaiki," katanya. (*)

 

loading...

Sebelumnya

KPU Mamteng bekerja profesional dan independen

Selanjutnya

Pelaku pungli di Kemenkumham dilaporkan ke Polisi

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe