Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Jayapura Membangun
  3. SDN Muaif Demta kekurangan guru dan murid 
  • Rabu, 08 November 2017 — 13:07
  • 467x views

SDN Muaif Demta kekurangan guru dan murid 

Sekolah Dasar Negeri (SDN) Muaif di kampung Muaif distrik Demta kabupaten Jayapura, kondisinya sangat memprihatinkan. Selain kekurangan guru, bangunan sekolah juga rusak parah. Akibatnya, sekolah ini kekurangan murid karena anak-anak memilih bersekolah di luar kampung.
Kondsisi ruang kelas SDN Muaif distrik Demta yang rusak parah - Jubi/Engel Wally 
Engelbert Wally
engellenny2509@gmail.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Sentani, Jubi – Sekolah Dasar Negeri (SDN) Muaif di kampung Muaif distrik Demta kabupaten Jayapura, kondisinya sangat memprihatinkan. Selain kekurangan guru, bangunan sekolah juga rusak parah. Akibatnya, sekolah ini kekurangan murid karena anak-anak memilih bersekolah di luar kampung.

Sekolah dengan hanya tiga ruang kelas itu, plafon di ruang kelas dalam kondisi berlubang, cat dinding sudah lusuh dan berlumut, kursi meja, dan papan tulis sudah terlihat lapuk.

Tiga ruang kelas itu digunakan bergantian dari kelas 1 hingga kelas 6.  Jumlah murid juga sangat sedikit. Kelas 1  hanya ada 4 siswa, kelas 2 hanya 2 siswa, kelas 3 hanya 4 siswa, kelas 5 hanya 5 siswa, dan kelas 6 hanya 6 siswa.

Sekolah ini sudah berdiri sejak tahun 1974. Bangunan sekolah terakhir direhab pada masa pemerintahan bupati Habel Melkias Suwae, periode pertama. Sampai kini belum direhab lagi.

Ruben Kekri, orang tua salah satu murid di SDN Muaif, mengaku sangat prihatin dengan kondisi sekolah yang juga telah memberikan ijazah sekolah dasar bagi dirinya.

"Sebagai anak kampung disini, saya sangat prihatin dengan kondisi sekolah seperti ini. Sudah berulang kali kami usulkan dalam Musrembang kampung, bahkan pergi ke Dinas Pendidikan untuk memberitahukan kondisi sekolah ini, tetapi sampai sekarang belum ada perbaikan atau penambahan ruang kelas," ujar Ruben Kekri, kepada Jubi, di kampung Muaif, Selasa (7/11/2017).

Dijelaskan, dampak dari kondisi ini, banyak anak yang terpaksa mencari sekolah di sekitar pesisir pantai atau bahkan sampai ke ibukota distrik Demta.

"Banyak anak yang mengungsi, tinggal di keluarga di kampung lain, untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Sementara sekolah ini ditinggal tanpa diurus. Guru-guru disini adalah anak asli dari kampung ini. Tetapi dengan situasi yang dihadapi membuat mereka yang sebagai guru PNS jarang masuk dan hanya guru-guru honor yang terus mendampingi anak-anak yang sekolah," jelasnya.

Natalia Padwa, guru honorer di sekolah tersebut, mengatakan dirinya bersama dua rekan sesama tenaga honorer yang setiap hari mengajar anak-anak di sekolah ini.

"Karena ruang kelas terbatas, kami selalu menggabungkan siswa kelas 1 dengan kelas 2 dalam satu ruang kelas. Kelas 3 digabung dengan kelas 4. Di kampung ini banyak sekali anak usia sekolah dasar dan terpaksa sekolah di luar. Ada juga guru yang sudah diangkat jadi PNS tetapi hanya muncul ketika tanggal muda untuk ambil gaji. Pernah juga kepala sekolah menahan gaji dan uang lauk pauk mereka karena jarang masuk untuk mengajar. Tetapi kondisi ini terus berjalan sampai saat ini. Ketika kita tidak mengajar lagi, kasihan anak-anak sebagai generasi bangsa ini yang tidak mendapat pendidikan layaknya bagi mereka," tukasnya. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Origenes Kaway serahkan rumah dan mobil kepada Sinode GKII

Selanjutnya

Disperindag Jayapura gelar penyuluhan pengawasan distribusi makanan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe