Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Mamta
  3. Kota Jayapura mentargetkan bebas penyakit Frambusia tahun 2018
  • Rabu, 08 November 2017 — 14:39
  • 524x views

Kota Jayapura mentargetkan bebas penyakit Frambusia tahun 2018

Penyakit Frambusia atau patek merupakan jenis penyakit kulit yang mudah menular, gejala penyakit ini ditandai dengan timbulnya bintil-bintil kecil pada kulit.
Peserta sosiasi dan pelaksanaan evaluasi Frambusia pada daerah endemis di Kota Jayapura - (Jubi/Hengky Yeimo)
Hengky Yeimo
yeimohengky@gmail.com
Editor : Edi Faisol

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi - Kota Jayapura mentargetkan bebas penyakit Frambusia pada tahun 2018, seiring dengan menurunya penderita setiap tahun. Penyakit Frambusia atau patek merupakan jenis penyakit kulit yang mudah menular, gejala penyakit ini ditandai dengan timbulnya bintil-bintil kecil pada kulit.

"Untuk itu kami minta kepada dinas kesehatan mendata secara baik, agar di tahun 2018 penyakit Frambusia bisa benar benar tuntas," kata Wakil Wali Kota Jayapura Haji Rustan Saru kepada sejumlah wartawan, di Aula Sian Sor, Rabu (8/11/2017).

Rustam mengatakan, dinas kesehatan kota harus gencar mengadvokasi penderita penyakit Frambusia. "Karena Frambusia ini penyakit menular yang ada di Kota Jayapura dan pada umumnya di Papua," kata Rustan menambahkan.

Ia berharap pendampingan mampu memberikan informasi  kepada masyarakat untuk pencegahan. Rustam menyebutkan pemerintah pusat mentargetkan penyakit ini harus tuntas tak menyerang masyarakat  tahun 2019. “Sehingga kami melakukan advokasi, sosialisasi, evaluasi, riwayat endemis Frambusia bisa tuntas ditahun 2018," katanya.

Anggota komisi kesehatan, Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Robert Rou mengapresiasi  langkah Pemkot Jayapura dengan Gerakan Masyarakat advokasi sosialisasi dan evaluasi Frambusai pada daerah endemis.

“Ini penting untuk mengetahui persoalan kesehatan harus dikomunikasikan antara, DPRD Kota Jayapura, DPR Papua, Pemerintah Daerah, dan DPR-RI. Apa kendala kendala  yang dihadapi,” kata Roberth .

Menurut dia, penyakit itu mudah menular apalagi bagi kalangan anak-anak usia 15 tahun. “Padahal anak-anak ini akan menjadi tulang punggung pembangunan kedepannya" katanya.

Ia meminta penyakit menular seperti Frambusai harus segera diobati dan diputuskan emdemiknya agar tidak menular, "Ini menjadi perhatian kita bersama DPR kekayaan alam di Papua yang bisa digunakan untuk," katanya.(*)

loading...

Sebelumnya

Perkembangan koperasi adat di Jayapura diakui baik

Selanjutnya

Melvin Marian pimpin IKBD-KLPW3 Jayapura

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe