Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Papua jamin pelayanan pendidikan dan kesehatan Napi anak
  • Rabu, 08 November 2017 — 15:55
  • 304x views

Papua jamin pelayanan pendidikan dan kesehatan Napi anak

Langkah itu dilakukan dengan menggandeng Dinas Pemdidikan dan Kebudayaan kota maupun provinsi, termasuk perpustakaan daerah dan beberapa lembaga yang peduli dengan pendidikan.
Ilustrasi napi anak saat mendapatkan layanan pendidikan yang dijaga ketat oleh pihak lapas - Jubi/IST.
Roy Ratumakin
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Edi Faisol

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi – Lembaga pemasyarakatan bersama pemerintah Provinsi Papua menjamin pelayanan pendidikan dan kesehatan khusus untuk nara pidana (Napi) anak.

Langkah itu dilakukan dengan menggandeng Dinas Pemdidikan dan Kebudayaan kota maupun provinsi, termasuk perpustakaan daerah dan beberapa lembaga yang peduli dengan pendidikan.

 “Soal pelayanan pendidikan dan kesehatan terpenuhi," kata Kepala Devisi Lepas (Kadiv Pas) Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian hukum dan HAM (Kemenkumham) Papua, Sarlota kepada Jubi, Rabu (8/11/2017).

Ia menyebutkan  terdapat delapan Lapas dan satu  cabang rumah tahanan yang ada di Papua. Dari jumlah tersebut tujuh Lapas di antaranya ada yang menjadi tempat tahanan napi anak.

"Kami selalu diberikan buku baik itu dari perpustakaan daerah maupun dari lembaga yang perduli terhadap pendidikan anak yang berada di dalam Lapas," kata Sarlota, menambahkan.

Selain itu, Dinas Pendidikan telah menyiapkan guru bantu di dalam Lapas yang setiap hari memberikan mata pelajaran kepada tahanan dan narapidana anak. Menurut Sarlota, kebutuhan dasar anak  tidak boleh dikesampingkan.

“Pendidikan itu perlu, karena dengan pendidikan anak-anak kita ketika keluar dari Lapas masih bisa mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuannya," katanya.

Sarlota mengatakan terdapat 42 tahanan maupun narapidana anak yang tersebar di delapan Lapas di Papua. Tercatat di Lapas kelas II Abepura terdapat 4 tahanan dan 15 narapidana, Lapas kelas II B Merauke terdapat 2 tahanan dan 4 narapidana, Lapas kelas II B Nabire terdapat 1 tahanan dan 2 narapidana.

Sedangkan Lapas kelas II B Serui terdapat 5 tahanan dan 2 narapidana, Lapas kelas II B Timika ada 1 tahanan dan 2 narapidana, Lapas kelas II B Bika terdapat 2 narapidana, Lapas kelas II Wamena terdapat 2 narapidana.

“Hanya Lapas kelas II A Narkotika dam cabang Rutan Tanah Merah tidak ada tahanan maupun narapidana anak," kata Sarlota menjelaskan.

Kepala Seksi Lapas, Kemenkumham Papua, Rumboirusi berencana membangunan Lapas anak dan perempuan menjadi skala prioritas, namun hingga kini hal tersebut belum direalisasikan karena keterlambatan respon dari Pemerintah daerah.

"Sebenarnya ini kan programnya Presiden Joko Widodo, namun karena kurang mendapatkan respon dari Pemerintah daerah maka untuk tahun ini Pembangunan Lapas tersebut tidak bisa dijalankan atau dibangun," kata Rumboirusi.

Kemenkumham Papua punya dana untuk Pembangunan Lapas tersebut namun, masih terkendala pelepasan tanah adat. Ketersediaan lahan harus disediakan oleh pihak Pemerintah provinsi yang bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten.

"Jadi bukan kesalahan kami, ini semua mis komunikasi antara pihak Pemerintah provinsi dengan kabupaten,” katanya. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Pelaku pungli di Kemenkumham dilaporkan ke Polisi

Selanjutnya

Papua dinilai lambat merespon pembangunan Lapas anak dan perempuan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe