Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Polres Merauke selidiki dugaan penyalahgunaan dana desa di kampung Nggolar
  • Rabu, 08 November 2017 — 16:45
  • 838x views

Polres Merauke selidiki dugaan penyalahgunaan dana desa di kampung Nggolar

Polres Merauke melakukan penyelidikan terhadap dugaan penyalahgunaan dana desa di kampung Nggolar, distrik Merauke, 2016 silam. Dari laporan masyarakat, tak ada fisik kegiatan dilaksanakan.
Masyarakat di kampung Nggolar, distrik Merauke, kabupaten Merauke – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
Editor : Dewi Wulandari

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Merauke, Jubi – Polres Merauke melakukan penyelidikan terhadap dugaan penyalahgunaan dana desa di kampung Nggolar, distrik Merauke, 2016 silam. Dari laporan masyarakat, tak ada fisik kegiatan dilaksanakan.

Kasat Reskrim Polres Merauke, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Muchsit Sefian, ketika ditemui Jubi di ruang kerjanya, Rabu (8/11/2017), mengatakan beberapa penyidik sudah ke kampung Nggolar dan menggali informasi dari masyarakat, termasuk melihat fisik pembangunan yang telah diprogramkan.

Hanya saja, lanjut dia, hampir tidak ada kegiatan dilaksanakan disana, padahal uangnya telah habis digunakan. Ada sejumlah program dibuat seperti cetak sawah, pengadaan hand-tractor, pembagian jaring bagi warga, serta honor para RT. 

“Kami sudah melihat langsung, ternyata tak ada pekerjaan fisik sama sekali,” ungkapnya.

Terkait besar dana desa 2016, pihaknya masih melakukan koordinasi bersama Badan Pemerintahan Kampung, karena terdapat perbedaan dalam rekening koran.

“Kalau dalam rencana anggaran belanja sekitar Rp 700 juta, tetapi di rekening koran mencapai miliaran rupiah. Itu juga harus dikroscek kembali ke bank,” katanya.

Lebih lanjut dijelaskan, pihaknya telah memanggil Kepala kampung Nggolar, namun sampai sekarang yang bersangkutan belum memenuhi panggilan tersebut.

“Saat anggota saya ke Nggolar, dia menghindar,” tuturnya.

Dikatakan, proses penyelidikan masih terus berjalan dan jika ditemukan adanya kerugian negara, kepala kampung harus mengembalikan dana tersebut. Kalau tidak, akan diproses sesuai aturan hukum yang berlaku.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Merauke, Moses Kaibu, mengancam akan menyeret para kepala kampung ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), karena dari laporan masyarakat, banyak dana desa disalahgunakan.

“Hampir setiap hari saya mendapat laporan dari masyarakat  jika ada penyalahgunaan dana desa. Ini adalah persoalan serius yang harus disikapi oleh Pemkab Merauke,” pintanya. (*)
 

loading...

Sebelumnya

Enam guru kontrak akan ditempatkan di SMP-SMA terintegrasi di Yaniruma

Selanjutnya

Pimpinan Korindo Grup ajukan permohonan menjadi WNI

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe