Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lapago
  3. Festival seni kreasi Papua XVIII angkat tema kebersamaan
  • Rabu, 08 November 2017 — 20:13
  • 1939x views

Festival seni kreasi Papua XVIII angkat tema kebersamaan

Acara yang digelar Dinas Kebudayaan Provinsi Papua di Gedung Ukum Mearik Asso Kabupaten Wamena, dilaksanakan selama lima hari 6 hingga 10 November 2017.
Salah satu Grup saat Tampil di Acara Vestifal Kreasi Papua – Jubi/Piter Lokon.
Piter Lokon
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Wamena, Jubi - Festival Seni Kreasi Papua ke XVIII sengaja mengambil tema kebersamaan, persaudaraan yang mengusung nilai toleransi. Acara yang digelar Dinas Kebudayaan Provinsi Papua di Gedung Ukum Mearik Asso Kabupaten Wamena, dilaksanakan selama lima hari 6 hingga 10 November 2017.

“Tema utama kita Kebersamaan dalam Kreaktivitas memupuk semangat persaudaraan dalam keberagaman Budaya suku Bangsa” kata  kata Kepala Bidang Kesenian dan Film di Dinas Kebudayaan Provinsi Papua, Dala Mambrasar, kepada Jubi pada (7/11/2017).

Ia menjelaskan festival seni kreasi bagian dari Program Dinas kebudayan Provinsi Papua berdasarkan undang-undang otonomi khusus nomor 21 tahun 2001, aturan itu memberikan akses dan peluang kepada publik mendapat perlindungan, pembinaan dan pengembangan budaya asli Papua.

“Maka dari aturan-aturan ini kami berusaha mempertahankan, memberikan perlindungan dan memberikan budaya bagi orang asli Papua," kata Dala menambahkan.

Pembinaan-Pembinaan yang dilakukan dan dituangkan dalam Festival Seni Kreasi Papua, Pesta Budaya, Lomba seni anak dan remaja, dan pembinaan turun ke Kabupaten kota mengangkat dan melestarikan Busaya asli Papua.

“Lomba  yang dilakukan akan memberikan hadiah sebagai pembinaan dan memotivasi mereka untuk mempertahankan nilai budaya,” kata Dala menjelaskan.

Salah satu peserta yang Ikut lomba seni dari Group Balada Cenderawasi, Yakson Logof mengatakan dirinya telah membawa 23 orang anggotanya dari Nabire ikut berpartispasi menari Balada Cenderawasih.

“Balada Cenderawasih ini menceritakan burung di Tanah Papua selama ini mulai Punah di tanah Papua,” kata  Yakson.

Tarian balada yang ditampilkan itu memberi pesan mengingkatkan agar publik melestarikan burung Cenderawasih yang tidak ada di tempat lain dan harus dilindungi.

Tercatat selain lomba tari tardisonal peserta juga  menampilkan tari Kreasi baru Papua hasil garapan masing-masing Daerah. Juga lomba pop singer putra dan putri dewasa dengan iringan keyboard organ. Serta lomba drama Rakyat (Sosial Dramai). (*)

loading...

Sebelumnya

Jayawijaya kekurangan dokter dan tenaga medis

Selanjutnya

Pemkab Nduga launching aplikasi e-bibit DinPerNd

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6016x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5675x views
Polhukam |— Kamis, 20 September 2018 WP | 3689x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe