Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Penkes
  3. Murid SD Inpres Komba diajar manfaatkan barang bekas
  • Kamis, 09 November 2017 — 14:55
  • 362x views

Murid SD Inpres Komba diajar manfaatkan barang bekas

Sudah tiga tahun berjalan, murid di SD Inpres Koba, distrik Sentani, kabupaten Jayapura, diajar mengumpulkan botol plastik air mineral atau kaleng, untuk dibuat menjadi barang yang bermanfaat atau bernilai ekonomis.
Pot bunga dari kaleng dan botol bekas hasil kreativitas anak-anak SD Inpres Komba Sentani - Jubi/Yance Wenda 
Yance Wenda
yan_yance@ymail.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Sentani, Jubi – Sudah tiga tahun berjalan, murid di SD Inpres Koba, distrik Sentani, kabupaten Jayapura, diajar mengumpulkan botol plastik air mineral atau kaleng, untuk dibuat menjadi barang bermanfaat atau bernilai ekonomis.

“Anak-anak dong habis minum air mineral kemasan, gelas atau botolnya langsung dilempar saja. Padahal ada manfaatnya kalau mau kumpulkan,” ucap  Kepala sekolah SD Inpres Komba, Agustina Sokoy, saat ditemui Jubi, Kamis (9/11/2017).

Dia mengatakan mengajarkan anak murid memanfaatkan botol bekas sebenarnya bukan hal baru. Kegiatan ini sudah terapkan di sekolah tersebut sejak dua tahun lalu.  

“Ini masuki tahun ketiga. Tahun pertama kami fokus membuat taman dari botol bekas. Kami tidak buat pagar tanaman dari kayu tapi bikin dari botol-botol bekas yang kami tanam di tanah,” jelasnya.

Agustina Sokoy mengatakan apa yang dilakukan guru dan siswa di SD Inpres Komba mendapat apresiasi banyak pihak, termasuk pejabat dari Jakarta yng mengunjungi sekolah tersebut, beberapa waktu lalu.

“Tahun kedua kami bikin pot bunga. Sebagian sampah plastik yang bisa dikumpulkan kami jual ke bank sampah untuk didaur ulang. Satu kilogram sampah plastik Rp 1.000. Kami biasa dapat Rp 4.000 sampai Rp 4.500,”ucapnya.

Saat ini, kata Agustina, makin sulit mengumpulkan botol bekas karena banyak yang mencari. Sekarang yang dikumpulkan kaleng bekas di sekitar lingkungan sekolah.

“Kami ajarkan anak-anak bagaimana mencari uang. Mereka harus tahu uang tidak datang sendiri. Kita harus keluarkan keringat dan tenaga untuk bisa dapat uang. Itu sebenarnya tujuan kami ajar mereka memanfaatkan barang bekas. Sekarang anak-anak jadi lebih kreatif, ” jelas Sokoy.

Ditemui terpisah, pengelola bank sampah Khena Mbay Umbay di Komba distrik Sentani, Farah Febriyanti, mengatakan sejak pihaknya gencar melakukan sosialisasi pemanfaatan sampah plastik, warga sekitar termasuk para siswa SD Inpres Komba, semakin sering membawa botol plastik atau kaleng ke bank sampah yang dikelolanya.

“Mereka sering antar botol bekas pake atau kaleng ke sini. Kalau ada tugas ketrampilan di sekolah, mereka juga datang cari bahannya di sini,” ucapnya. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Sagu Foundation kenalkan bahasa Inggris di Papua

Selanjutnya

Pertamina MOR VIII buka peluang kerja sama dengan Jubi

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe