Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Otonomi
  3. Tanaman dan hewan khas hutan Papua jadi daya tarik PON XX
  • Kamis, 09 November 2017 — 16:50
  • 2577x views

Tanaman dan hewan khas hutan Papua jadi daya tarik PON XX

Sejumlah hasil hutan non kayu itu di antaranya minyak kayu putih, madu, buah merah, sarang semut dan kapas.
Ilustrasi Hutan Papua - IST
Alexander Loen
Editor : Edi Faisol

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi,-Pemerintah Provinsi Papua mendorong pengembangan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) di lima wilayah adat menjadi daya tarik selama pelaksanaan PON XX tahun 2020 mendatang. Sejumlah hasil hutan non kayu itu di antaranya minyak kayu putih, madu, buah merah, sarang semut dan kapas.

“Sehingga apa yang menjadi daya tarik bisa dikelola dengan baik, misalnya di wilayah Saireri  menampilkan daun darah, yang tidak ada di dunia,” kata  Assisten Bidang Perekonomian dan Kesra Sekda Papua, Elia Loupatty, di Jayapura, Kamis (9/11/2017).

Elia menyebutanselain hasil hutan terdapat hewan khas asli Papua "Ada juga kura-kura mocong babi yang saya pikir ke depannya bisa dikembangkan, dan di tampilakan saat PON XX nanti," kata Elia menambahkan.

Menurut dia pengembangan hasil hutan bukan kayu (HHBK)  juga mampu mendongkrak ekonomi masyarakat, selain ia berharap hasil hutan itu juga mampu mengubah pola pikir yang tak hanya menjadikan kayu sebagai komoditi hutan.

"Itu menjadi salah satu solusi, sehingga masyarakat tidak lagi berfikir bagaimana menebang pohon untuk memenuhi kebutuhan, tetapi dengan pengembangan HHBK," katanya.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Papua, Yan Yap Ormuseray mengatakan saat ini telah membentuk Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) di 14 kabupaten di Papua. Meliputi   Kepulauan Yapen, KPHP Keerom, Waropen, Lintas Mamberamo-Sarmi, Sepik Pegunungan Bintang, Nduga, Kota Jayapura, Sarmi, Boven Digoel, Biak Numfor,  Mimika, Jayawijaya, Lanny Jaya, dan Nabire.

"KPH tersebut dibentuk sesuai dengan amanat undang-undang nomor 23 tahun 2014, tentang pemerintahan daerah,” kata  Ormuseray.

Kelembagaan KPH otomatis menjadi wewenang provinsi dan bekerja untuk mendukung visi pemerintah provinsi Papua. "Yaitu Papua bangkit, mandiri dan sejahtera," katanya.  (*)

loading...

Sebelumnya

Disorda Papua lepas peserta Jambore Pemuda Indonesia dan Kapal Pemuda Nasional

Selanjutnya

Papua posisikan KPH sebagai penguat klaim hutan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe
wso shell IndoXploit shell wso shell hacklink hacklink satış hacklink wso shell evden eve nakliyat istanbul nakliyat evden eve nakliyat istanbul evden eve nakliyat evden eve nakliyat istanbul nakliyat