Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. Dinkes Pemprov Papua lakukan penyuluhan di Danowage
  • Kamis, 09 November 2017 — 23:05
  • 1128x views

Dinkes Pemprov Papua lakukan penyuluhan di Danowage

"Untuk mengantisipasi penyebaran kami berikan pemahaman kepada bapak ibu, agar jangan sampai kena penyakit tersebut, karena susah untuk diobati. Alangkah baiknya mengkonsumsi obat untuk mencegah dan menjaga kekebalan tubuh dari gigitan nyamuk yang membawa penyakit," katanya.
Dr. Gunawan saat memberikan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat di Danowage - Jubi/IST
Agus Pabika
Editor : Galuwo
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi - Untuk mengantisipasi dan mencegah penyakit menular, seperti frambosia (kaki gajah) dan filariasis, Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua, melakukan penyuluhan terkait penyebab dan bahaya penyakit tersebut, kepada masyarakat di Danowage, Korowai Batu.

Bertempat di ruang kelas Yayasan Pelita Harapan (YPH) Danowage, Dinkes memberikan penyuluhan kepada masyarakat setempat, untuk mencegah kedua penyakit yang marak di Korowai tersebut, sekaligus melayani pengobatan, Kamis (9/11/2017).

Dr. Gunawan yang memberikan penyuluhan kesehatan mengatakan, penyakit kaki gajah mudah menyebar melalui gigitan nyamuk, terlebih terhadap keluarga dekat, karena dari hasil pemeriksaan tim kesehatan di Danowage sudah ada 7 orang yang menderita kaki gajah.

"Untuk mengantisipasi penyebaran kami berikan pemahaman kepada bapak ibu, agar jangan sampai kena penyakit tersebut, karena susah untuk diobati. Alangkah baiknya mengkonsumsi obat untuk mencegah dan menjaga kekebalan tubuh dari gigitan nyamuk yang membawa penyakit," katanya.

Lanjutnya, penyuluhan kesehatan yang minim di Korowai, menyebabkan banyak masyarakat sakit dan meninggal. Bila ada petugas kesehatan di setiap Pustu dan Puskesmas, kata dia, masyarakat yang sakit bisa tertolong dengan obat dan pola hidup sehat yang diajarkan oleh petugas kesehatan, seperti yang dilakukan Pdt. Trevor dan istrinya Teresa yang selalu mengajarkan dan mendampingi masyarakat Korowai.

"Kami berikan penyuluhan kesehatan serta menunjukkan foto-foto penderita penyakit frambosia atau kaki gajah dan filariasis kepada masyarakat, supaya ada gambaran. Kami juga anjurkan untuk minum obat," katanya.

Sementara itu, salah satu warga, Iren, menyampaikan terima kasih kepada Dinkes dan dr. Gunawan serta aktivis Kopkedat Papua, yang selalu peduli dengan kesehatan dan pendidikan orang-orang pedalaman Korowai.

"Penyuluhan dan pengobatan yang dilakukan, membuat masyarakat sangat antusias apalagi anak-anak sekolah dan orang tua untuk memeriksa kesehatan. Semoga ke depan mereka juga bisa lakukan pelayanan di tempat atau pos lain di Korowai," harapnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Pertamina MOR VIII buka peluang kerja sama dengan Jubi

Selanjutnya

Puluhan siswa SD kunjungi pameran benda sejarah Papua di Museum Expo

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Pilihan Editor |— Selasa, 25 September 2018 WP | 9827x views
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6404x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 6052x views
Berita Papua |— Senin, 24 September 2018 WP | 4698x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe