Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Bupati Merauke akan dimintai keterangan sebagai saksi korban
  • Jumat, 10 November 2017 — 11:03
  • 615x views

Bupati Merauke akan dimintai keterangan sebagai saksi korban

Kapolres Merauke, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Bahara Marpapung, menjelaskan Bupati Merauke, Frederikus Gebze, akan dimintai keterangan oleh penyidik dalam kapasitas sebagai saksi korban. Pemeriksaan ini berkaitan dengan isu pemanggilan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diposting HT melalui media sosial.
Kapolres Merauke, AKBP Bahara Marpaung, saat memberikan keterangan pers kepada sejumlah wartawan – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
frans@tabloidjubi.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Merauke, Jubi – Kapolres Merauke, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Bahara Marpapung, menjelaskan Bupati Merauke, Frederikus Gebze, akan dimintai keterangan oleh penyidik dalam kapasitas sebagai saksi korban. Pemeriksaan ini berkaitan dengan isu pemanggilan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diposting HT melalui media sosial.

“Dalam penanganan kasus HT terkait pengaduan Bupati Merauke melalui kuasa hukumnya, kami harus profesional dan obyektif serta transparan,” ujar Kapolres saat jumpa pers bersama sejumlah wartawan Kamis (9/11/2017).

Saat ini, lanjut Kapolres, penyidik sedang mengumpulkan bukti permulaan dan jika sudah dikantongi, dipastikan HT dipanggil sekaligus diperiksa.

“Kami minta agar saksi korban dalam hal ini Bupati Merauke diambil keterangan. Hanya saja, beliau masih sibuk. Kita tunggu saja, kalau sudah ada waktu luang, akan diambil keterangan,” ujarnya.

Untuk pemeriksaan, katanya, bisa dilakukan di Polres dan juga di kantornya. Aturan membolehkan. 

“Ya, sama dengan saksi yang sakit, penyidik dapat mengambil keterangan di rumah sakit,” tuturnya.

Disinggung isu surat pemanggilan dari KPK, Kapolres mengatakan pihaknya belum masuk sampai kesana. Karena itu dalam kategori materi kasus. Tetapi intinya, jika dua alat bukti permulaan cukup, tak perlu diragukan lagi, proses penyelidikan dan penyidikan akan berjalan lancar.

“Ya, bukti permulaan seperti laporan polisi serta surat pemanggilan yang diduga palsu itu. Kalau ada, otomatis proses pemanggilan HT bersama saksi lain yang mengetahui, dilakukan secepatnya,” tegas dia.

Kasubag Humas Polres Merauke, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Soeryadi, minta kepada semua orang berhati-hati menggunakan media sosial. Jika salah menulis kata-kata, siap-siap menerima konsekuensinya.

“Memang sarana medsos sangat baik, karena dengan begitu orang bisa saling menular informasi. Olehnya, saya minta sebelum menulis sesuatu di medsos, harus mempertimbangkan dampaknya terlebih dahulu,” pintanya. (*)
 

loading...

Sebelumnya

Di Merauke, buah mangga jadi bahan baku produksi minuman lokal

Selanjutnya

Pemalangan sumber air Rawa Biru hikmah bagi masyarakat Merauke

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe