Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Pemalangan sumber air Rawa Biru hikmah bagi masyarakat Merauke
  • Jumat, 10 November 2017 — 11:35
  • 477x views

Pemalangan sumber air Rawa Biru hikmah bagi masyarakat Merauke

Tokoh masyarakat Papua selatan, Johanes Gluba Gebze, mengatakan pemalangan sumber air di kampung Rawa Biru, distrik Sota, kabupaten Merauke, beberapa waktu lalu oleh pemilik ulayat, menjadi hikmah bagi masyarakat di bumi Anim Ha.
Tokoh masyarakat Papua selatan, John Gluba Gebze, ketika sedang menemui Ketua DPRD Merauke, Fransiskus Sirfefa – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
frans@tabloidjubi.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Merauke, Jubi – Tokoh masyarakat Papua selatan, Johanes Gluba Gebze, mengatakan pemalangan sumber air di kampung Rawa Biru, distrik Sota, kabupaten Merauke, beberapa waktu lalu oleh pemilik ulayat, menjadi hikmah bagi masyarakat di bumi Anim Ha.

“Pemalangan bukan menjadi suatu sumber kesalahan. Dengan pemalangan, sekaligus kita mulai menangani kawasan Rawa Biru lebih holostik dari segala aspek,” ungkap John Gluba, kepada sejumlah wartawan di Kantor DPRD Merauke, Kamis (9/11/2017).

Dikatakan, selama ini orang kurang arif membedakan mana fakta dan mana masalah. Pemalangan itu adalah fakta dan bukan menjadi suatu masalah.

“Kenapa masyarakat palang, karena kita gagal melakukan komunikasi dengan mereka,” tegasnya.

Pemalangan dilakukan masyarakat di kampung Rawa Biru, sesungguhnya mereka minta perhatian dan kesejahteraan.

“Ingat, masyarakat jangan dianggap kecil dan air juga tak dianggap sepele,” katanya.

Terkadang, kritik dia, manusia menunjukkan kesombongan melampau kapasitas.

“Sekali lagi, air adalah kebutuhan paling vital dan strategis. Satu-satunya sumber bagi masyarakat kota Merauke adalah dari di Rawa Biru. Karenanya kita harus berikan perhatian khusus kepada masyarakat disana,” pintanya lagi.

Dijelaskan, semua orang tentu tidak mengetahui kondisi air Rawa Biru terkini, karena usianya sudah puluhan tahun.

“Kita tidak tahu luas bentangan air Rawa Biru, apakah masih utuh atau telah menyusut dari kedalaman, debit air maupun kualitasnya,” tuturnya.

“Saya akan minta kepada Pemerintah Kabupaten Merauke  membuat pemetaan tentang kondisi faktual air di Rawa Biru sekarang, sehingga dapat diketahui masyarakat,” ungkapnya.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Merauke, Fransiskus Sirfefa, menambahkan pasca pemalangan air Rawa Biru beberapa waktu lalu, pihaknya juga ikut kesana bersama tokoh masyarakat Papua selatan, John Gluba Gebze, dan Kapolres AKBP Bahara Marpaung, untuk berkomunikasi langsung dengan masyarakat setempat.

“Setelah komunikasi dilakukan, akhirnya masyarakat pemilik ulayat Rawa Biru, bersedia mencabut palang, sehingga air sudah bisa mengalir dan dapat dinikmati masyarakat kota dan sekitar,” katanya. (*)
 

loading...

Sebelumnya

Bupati Merauke akan dimintai keterangan sebagai saksi korban

Selanjutnya

Belasan motor curian diamankan, polisi ciduk dua pelaku

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe