Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Pasifik
  3. Sektor pariwisata, angkat Pasifik keluar dari kemiskinan
  • Jumat, 10 November 2017 — 13:36
  • 390x views

Sektor pariwisata, angkat Pasifik keluar dari kemiskinan

Sepanjang pinggiran laut Port Vila, Vanuatu, sibuk dengan aktivitas. Pedagang yang kebanyakan perempuan, memanggil para wisatawan yang berkeliaran di depan mereka, memohon mereka untuk melihat gaun pulau yang bervariari warna dan modelnya atau keranjang anyaman yang rumit.
Daerah pinggiran laut Port Vila tempat liburan favorit  – DVU/Dan McGarry
PINA
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Port Vila, Jubi - Sepanjang pinggiran laut Port Vila, Vanuatu, sibuk dengan aktivitas. Pedagang yang kebanyakan perempuan, memanggil para wisatawan yang berkeliaran di depan mereka, memohon mereka untuk melihat gaun pulau yang bervariari warna dan modelnya atau keranjang anyaman yang rumit.

‘Market mamas’ (Mama-mama Penjual) ini, sebagaimana mereka umumya disebut, merupakan tulang punggung dari bagian vital di ekonomi Vanuatu, industri pariwisata. Pariwisata mempekerjakan 55 persen dari total lapangan kerja Vanuatu, mewakili 65 persen PDB Vanuatu, dan juga turut membantu masyarakat dalam membangun ketahanan terhadap perubahan iklim.

Sebagai contoh, di pinggiran laut Port Vila yang diporakporandakan siklon tropis Pam pada bulan Maret 2015. Dengan bantuan Pemerintah Selandia Baru dan Enhanced Integrated Framework (program multidonor yang membantu negara-negara berkembang untuk memainkan peran yang lebih aktif dalam sistem perdagangan global), Vanuatu membangun kembali daerah pinggiran laut menjadi area yang menarik bagi penduduk lokal dan pengunjung, membangun sebuah panggung untuk pertunjukan budaya, melengkapi market mamas dengan listrik dan internet, dan memperkuat dinding pinggir laut untuk meningkatkan perlindungan terhadap erosi.

Pembangunan kembali area pinggir laut itu diharapkan akan memberikan kontribusi pada kenaikan kedatangan wisatawan sebesar 36 persen tahun ini, yang berarti lebih banyak pekerjaan lokal yang dibuka tidak hanya untuk operator pariwisata tetapi juga untuk petani, produsen furnitur, ahli kecantikan, seniman, dan profesi lainnya yang secara langsung atau tidak langsung terkena dampak ekonomi oleh industri pariwisata.

Vanuatu bukan satu-satunya negara kepulauan di Pasifik yang sektor pariwisatanya sangat penting bagi pengembangan ekonomi dan sosial. World Travel & Tourism Council menilai daerah Oceania hanya dilampaui oleh Karibia dalam hal kontribusi pariwisata terhadap lapangan pekerjaan, PDB, belanja pemerintah dalam negeri dan ekspor internasional untuk barang milik wisatawan.

Kepulauan Solomon adalah negara lain yang memandang pariwisata sebagai alat yang efektif untuk mengurangi kemiskinan di masyarakat pedesaan, dan telah memperkenalkan sejumlah tindakan dan langkah yang sukses untuk memungkinkan peningkatan partisipasi masyarakat lokal dalam beberapa tahun terakhir, khususnya untuk perempuan dan pemuda, di sektor ini.

Inisiatif kebijakan seperti National Tourism Development Strategy 2015-2019 (Strategi Pengembangan Pariwisata Nasional) telah menciptakan lingkungan yang mendukung bagi sektor pariwisata untuk berkembang, menyusun roadmap  untuk industri pariwisata yang makmur dalam jangka waktu menengah hingga jangka panjang.

Hal ini menghasilkan kesempatan pendidikan yang menjamur di bidang perhotelan, perjalanan, dan pariwisata yang telah dimanfaatkan oleh perempuan dimana mereka mencakup lebih dari 70 persen pendaftaran tahun 2016 di Sekolah Pariwisata dan Perhotelan, Universitas Nasional Kepulauan Solomon.

Namun, masih banyak peluang bagi negara-negara Kepulauan Pasifik untuk memanfaatkan pariwisata untuk pembangunan domestiknya, yang mana diperlukan tindakan yang mendesak.

Pertama, negara-negara Kepulauan Pasifik membutuhkan kapasitas transportasi yang memadai, ini termasuk meningkat frekuensi dalam perbaikkan layanan pelabuhan udara dan laut dan mengurangi biaya perjalanan dari tempat-tempat wisata utama.

Kedua, kawasan ini perlu mengembangkan dan memperkuat institusi pendidikan untuk meningkatkan ketrampilan terkait industri pariwisata dalam lapangan kerja. Ini akan memungkinkan pencari kerja lokal untuk mendapatkan keuntungan yang lebih banyak dari sektor ini baik secara finansial maupun secara pengetahuan dan pengalaman.

Ketiga, untuk beberapa negara yang biaya untuk visa turis dan layanan lainnya cukup tinggi, serta prosedur yang ketat pada saat kedatangan para wisatawan, ini dapat menghalangi wisatawan yang reguler. Mempermudah persyaratan visa dan menyederhanakan prosedur bea cukai dan imigrasi itu krusial dalam menjamin pengalaman wisatawan.

Terakhir, peningkatan dalam hubungan antara wisatawan yang datang dan bisnis lokal perlu dilakukan untuk memastikan pertumbuhan inklusif dari pariwisata. Ini bisa melalui, contohnya, menghubungkan petani-petani lokal ke hotel dan restoran di daerah wisata utama melalui kemitraan antar pemerintah-ke-pemerintah, seperti yang didemonstrasikan oleh pengembangan area pinggiran laut Port Vila di Vanuatu.

Percakapan ini telah datang pada saat yang penting. Sidang umum PBB pada akhir tahun 2015 telah mndeklarasikan tahun 2017 sebagai International Year of Sustainable Tourism for Development (Tahun Internasional untuk Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan; International Year adalah satu tahun dimana PBB dan seluruh badannya mengamati masalah atau kepentingan internasional), yang bertujuan untuk mendukung perubahan dalam kebijakan-kebijakan pemerintah, praktik-praktik bisnis, dan perilaku konsumen terhadap sektor pariwisata yang lebih berkelanjutan dan yang dapat berkontribusi pada semua 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB (Sustainable Development Goals). Para pemimpin di sepanjang Pasifik telah berkomitmen terhadap SDG, dengan Perdana Menteri Kepulauan Solomon menyatakan 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan itu sebagai “komitmen utama mereka”. (*)

*Ratnakar Adhikari adalah CEO dari Enhanced Integrated Framework dan Joe Natuman adalah Wakil Perdana Menteri Vanuatu yang juga menjabat sebagai Menteri Pariwisata, Perdagangan, Perdagangan dan Bisnis Ni-Vanuatu.

loading...

Sebelumnya

Vanuatu tekankan dukungan untuk Persatuan Republik Rakyat Tiongkok

Selanjutnya

Anton Bakov masih pertahankan ide bangun Kekaisaran Romanov

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe