Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Pasifik
  3. Anton Bakov masih pertahankan ide bangun Kekaisaran Romanov
  • Jumat, 10 November 2017 — 13:57
  • 366x views

Anton Bakov masih pertahankan ide bangun Kekaisaran Romanov

Pengusaha asal Rusia, Anton Bakov dan Presiden Kiribati, Taneti Maamau pada tahun 2016. – RNZI/Facebook.
Pengusaha asal Rusia, Anton Bakov dan Presiden Kiribati, Taneti Maamau pada tahun 2016. – RNZI/Facebook.
RNZI
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Edi Faisol

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Moskow, Jubi – Pengusaha asal Rusia, Anton Bakov, yang sebelumnya gagal menghidupkan kembali Kekaisaran Romanov di Kiribati, masih mempertahankan idenya. Hal itu diakui dalam sebuah wawancara panjang dengan surat kabar Rusia, Novaya Gazeta yang  menampilkan profil kandidat pemilihan Presiden Rusia pada bulan Maret mendatang.

Bakov, seorang miliarder dan mantan anggota parlemen Rusia, akan mengikuti pemilihan tersebut, ia sebagai pemimpin Partai Monarki berupaya mengalahkan Vladimir Putin.

Pada bulan Februari, Pemerintah Kiribati menolak proyek Bakov setelah Kiribati Foreign Investment Commission atau Komisi Investasi Asing Kiribati  menggelar due diligence  atau uji tuntas penyelidikan penilaian kinerja.

Saat itu Bakov menawarkan investasi sebesar AS$ 350 Juta dengan imbalan hak atas tiga pulau tak berpenghuni di jajaran pulau di Jalur Selatan. Dari ketiga pulau itu, Pulau Malden akan diperuntukkan sebagai lokasi utama Kekaisaran, dengan rencana membangun resor.

Kekaisaran Romanov digulingkan satu abad yang lalu di Rusia saat revolusi Bolshevik tahun 1917.

Proposal Bakov juga melibatkan suntikan dana sebesar AS$20 Juta selama enam tahun ke Pemerintah Kiribati - jumlah yang mencapai sekitar sepertiga dari anggaran tahunan Kiribati.

Pada saat itu Bakov mengaku mendapat dukungan dari Presiden Kiribati Taneti Maamau, namun dia terkejut ketika pemerintah dengan tegas menolak tawarannya. Dia lalu berkata bahwa sangat sulit untuk bernegosiasi dengan seluruh rakyat, menggambarkan Kiribati sebagai  “negara superdemokratis”.

Berbicara kepada Novaya Gazeta dari Gambia, Bakov mengatakan proyeknya di Kiribati belum dihentikan, namun ia tidak memberi batas waktu.

Pencarian untuk mendirikan kekaisarannya kembali telah membawa Bakov ke tempat-tempat di Gambia dimana dia mengatakan bahwa dia sedang membuat pulau-pulau buatan seluas 10 kilometer persegi.

Dia mengatakan berurusan dengan seorang diktator di Gambia lebih mudah karena semua keputusan diambil oleh satu orang. (*)

loading...

Sebelumnya

Sektor pariwisata, angkat Pasifik keluar dari kemiskinan

Selanjutnya

Gereja di PNG terlibat menangani isu berbasis gender

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe