Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Pasifik
  3. Gereja di PNG terlibat menangani isu berbasis gender
  • Jumat, 10 November 2017 — 14:14
  • 289x views

Gereja di PNG terlibat menangani isu berbasis gender

Ini dilakukan oleh sejumlah pakar kesetaraan gender dengan latar belakang teologis yang berkumpul di Institut Melanesia di Goroka, Provinsi Pegunungan Timur
Para pemimpin gereja PNG menggunakan Injil dan pendekatan teologis untuk menangani kekerasan berbasis gender, dengan dukungan Church Partnership Program di PNG. – Loop PNG
RNZI
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Edi Faisol

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Goroka, Jubi – Sejumlah gereja besar di Papua Nugini mengambil pendekatan baru menangani masalah gender melalui Injil lewat Church Partnership Program atau Program Kemitraan Gereja; CPP.  Ini dilakukan oleh sejumlah pakar kesetaraan gender dengan latar belakang teologis yang berkumpul di Institut Melanesia di Goroka, Provinsi Pegunungan Timur sejak tanggal 31 Oktober sampai 3 November, untuk program pelatihan teologis kesetaraan gender.

“Kami telah mewarisi tradisi Kristen yang memandang perempuan dengan cara yang menghalau dan memalukan, dan karena kita tidak terlibat secara kritis dengan teologi tersebut,” kata Pendeta Doktor Seforosa Carrol, dari mitra Gereja Uniting World di Australia, dalam pertemuan itu.

Menurut Carrol, para pendeta terus mengabadikan teologi tersebut dalam konteks sekarang. Menurut dia, program yang berlangsung selama satu minggu itu bertujuan melatih bagaimana menangani isu-isu gender yang mempengaruhi negara itu dan membawa perubahan dalam masyarakat kita melalui gereja-gereja.

Kepada para peserta ia menyampaikan pentingnya memahami teks alkitabiah dalam konteks aslinya dan untuk mengetahui apa artinya dalam konteks dunia hari ini.

 “Oleh karena itu, adalah bagian yang penting dari pertumbuhan terlibat secara kritis dengan kitab suci, konteks dan teologi.” kata Carrol menjelaskan.

Ia menyebutkan kehidupan Kristen itu dinamis dan harus memiliki hubungan dengan pencipta yang terbuka terhadap apa yang harus dilakukan di masyarakat.

Koordinator CPP dibawah Pemerintah PNG, Margaret Sete, mengatakan bahwa Strategi CPP Gender terkait dengan teologi kesetaraan gender  mulai berlaku pada tahun 2004 dan sejak itu upaya kolektif dalam penanganan isu-isu sosial oleh tujuh gereja besar semakin bersatu.

“Gereja ingin menangani masalah yang mempengaruhi anggotanya melalui platform seperti CPP dan sebagai orang Kristen, kita memperbanyak tanggung jawab sosial,” kata Sete menekankan.

Dia mengatakan bahwa setelah pembentukan CPP, beberapa isu sosial lainnya seperti kekerasan berbasis gender dan sihir telah diidentifikasi. (*)

loading...

Sebelumnya

Anton Bakov masih pertahankan ide bangun Kekaisaran Romanov

Selanjutnya

Sepuluh jurnalis Pasifik diundang liputan konferensi perubahan iklim

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe