Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Desa menolak tawaran uang demi melestarikan lingkungan
  • Jumat, 10 November 2017 — 15:32
  • 1519x views

Desa menolak tawaran uang demi melestarikan lingkungan

Desa Faleaseéla di Samoa menolak dana yang ditawarkan perusahaan pembangit tenaga listrik Electric Power Corporation (E.P.C) untuk Sungai Liua le Vai o Sina yang akan digunakan untuk membangkitkan listrik.
Sungai Liua le Vai o Sina di Desa Falease’el, Samoa, menarik perhatian perusahaan pembangit tenaga listrik Electric Power Corporation (E.P.C) untuk digunakan sebagai pembangkit listrik – Samoa Observer
Editor : Dewi Wulandari

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Faleaseéla, Jubi – Desa Faleaseéla di Samoa menolak dana yang ditawarkan perusahaan pembangit tenaga listrik Electric Power Corporation (E.P.C) untuk Sungai Liua le Vai o Sina yang akan digunakan untuk membangkitkan listrik.

Negosiasi telah dilakukan antara pihak E.P.C dan Desa Faleaseéla.

Ketua dari Komite Konservasi Falease'ela, Talaolevavau Ualesi, mengatakan kepada Samoa Observer bahwa E.P.C. telah mendekati Desa Liua le Vai o Sina, untuk menggunakan sungai di lokasi mereka untuk menghasilkan listrik untuk seluruh Samoa.

“Kami sudah mengadakan pertemuan, E.P.C. menginformasikan keuntungan dan berkat jika kita menyetujui kesepakatan tersebut“, katanya.

“Mereka menawari kami setengah juta (dolar) per tahun dan setelah itu $ 8000 tiap tahun,”.

E.P.C belum memberikan komentar sejak Senin (06/11/2017).

Namun Ualesi mengatakan E.P.C. diizinkan untuk melakukan obeservasi di Sungai Liua le Vai o Sina.

Dia mengatakan bahwa desa tersebut juga mengunjungi lokasi lain dengan proyek serupa untuk menilai secara langsung pro dan kontra dari inisiatif tersebut.

“Desa kami sampai pada kesepakatan bahwa kami tidak menyetujui apa yang ditawarkan E.P.C. sebagai imbalan untuk penggunaan sungai  kami- Liua le Vai o Sina untuk membangkitkan listrik. Desa kami menghargai air kita dan (Sungai) Liua o le Vai o Sina memiliki sejarah dalam Budaya Samoa kita. Kami sangat bangga akan hal itu. Desa kami tidak menghargai uang, namun kami menghargai lingkungan,” katanya.

Alih-alih desa tersebut malah bermitra dengan Kementerian Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup untuk melestarikan lingkungan.

“Ini sangat berbeda dengan apa yang diinginkan oleh E.P.C.,” tuturnya.

“Kementerian SDA dan LH berada di sini untuk melestarikan lingkungan, bukan untuk menghasilkan uang,”.

Kepala dari Divisi Taman-Taman dan Sumber Daya, Moeumu Uili, mengatakan “Faleaseela adalah salah satu desa yang seluruh tanah miliknya dilindungi dan dilestarikan”. (*)

loading...

Sebelumnya

Di PNG, hukuman mati dapat diberikan untuk pembunuhan

Selanjutnya

Perdana Menteri Kepulauan Solomon digulingkan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Jumat, 18 Mei 2018 WP | 3048x views
Pengalaman |— Minggu, 13 Mei 2018 WP | 1205x views
Polhukam |— Jumat, 18 Mei 2018 WP | 1179x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe