Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Meepago
  3. Petani kopi Dogiyai siap tularkan ilmunya di tingkat distrik
  • Jumat, 10 November 2017 — 16:25
  • 1535x views

Petani kopi Dogiyai siap tularkan ilmunya di tingkat distrik

Tercatat ada 10 petani mewakili distrik di daerah itu sedang ikut pelatihan menjadi pelatih atau trainer  budidaya dan penanganan pasca panen kopi Arabika.
Sekretaris Disperindag Dogiyai, Andrias Gobay (sebelah kanan dari mama) bersama pelatih dan peserta di kebun kopi Moanemani, Dogiyai- Ist
Abeth You
abethamoyeyou@gmail.com
Editor : Edi Faisol

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Nabire, Jubi – Para petani yang selama ini membudidayakan kopi jenis Arabika asal Dogiyai, siap menularkan ilmunya ke petani di sejumlah distrik daerahnya. Tercatat ada 10 petani mewakili distrik di daerah itu sedang ikut pelatihan menjadi pelatih atau trainer  budidaya dan penanganan pasca panen kopi Arabika.

“Mereka  para petani yang memiliki kebun kopi sendiri dengan luas antara 1 hingga 2 hektare dan jumlah pohon kopi antara 250 pohon hingga 1700 pohon,” ujar Sekretaris dinas perindustrian dan perdagangan, Kabupaten Dogiyai, Andrias Gobay, ketika ditemui Jubi di Nabire, Jumat, (10/11/2017).

Menurut dia, pelatihan selama dua hari ini sejak selasa 7  November 2017 di Moanemani sengaja digelar bekerja sama Yayasan Pembangunan Kesejahteraan Masyarakat (Yapkema) Papua dan Sustainable Coffee Platform Indonesia (SCOPI).

“Para petani mewakili distrik Kamu Timur, Mapia Barat, Dogiyai, Mapia, Kamu, Kamu Utara, Sukikai Selatan, dan Mapia Tengah,” kata Andrias, menambahkan.

Mereka dilatih di kelas pembekalan materi dan praktek di kebun kopi, pembekalan meliputi dua pengetahuan utama terkait perawatan tanaman kopi dan pengolahan kopi Arabika pasca panen.  Materi tersebut sebagai pengetahuan yang relatif baru bagi para petani kopi arabika Dogiyai.

“Pelatihan itu pertama yang kami lakukan untuk menghasilkan 10 petani kader kopi Arabika,” katanya.

Tercatat pelatihan menghadirkan tiga orang master trainer yang mendampingi para petani, mereka terdiri Hanok Herison Pigai dari Yapkema Papua, memberikan materi pengolahan pasca panen. Sedangkan Ruben Dogomo dan Frans Pigai selaku master trainer kopi Arabika tahun 2017 yang mengajarkan teknik perawatan dan pemberian pupuk pada tanaman kopi Arabika. 

Trainer kopi Ruben Dogomo, menjelaskan beberapa perbedaan tipe kebun kopi di tanah Papua, khususnya Meuwo, dengan kebun kopi di Jawa dan Sumatera. Ia menyebutkan kopi Sumatera banyak dimiliki oleh perusahaan, berskala luas dan berteknologi tinggi.

“Sementara di Papua tanah bersifat ulayat, dan kebun kopi dimiliki keluarga,” kata Ruben.

Ia menjelaskan Papua juga tidak mengenal musim panas atau kemarau  dan musim hujan, karena curah hujan dan panas di Dogiyai cukup merata dan tidak bergantung musim.

“Berkah alam itu seharusnya menjadi keunggulan komparatif kopi Arabika di Papua,” katanya.

Hasil panen biji kopi petani di Papua bisa dipetik 6 bulan dan bisa lebih maksimal, sedangkan kebutuhan pupuk tidak sebanyak kebutuhan di pulau lain.(*)

loading...

Sebelumnya

Pemkab Deiyai serahkan bibit babi

Selanjutnya

Hari ini tes tertulis calon PPS dan PPD Kabupaten Paniai

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe