Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Lapago
  3. HIV-AIDS di Jayawijaya mencapai 4.741 kasus
  • Sabtu, 11 November 2017 — 07:26
  • 1612x views

HIV-AIDS di Jayawijaya mencapai 4.741 kasus

Jumlah itu semakin banyak jika mengacu temuan kasus di seluruh kabupaten pemekaran yang mencapai 6.501 kasus.
Illustrasi HIV-AIDS-Jubi/Islami
Islami Adisubrata
islami@tabloidjubi.com
Editor : Edi Faisol

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Wamena, Jubi –Angka penderita HIV-AIDS di Kabupaten Jayawijaya per Oktober 2017 mencapai 4.741 kasus, hal itu tercatat dari hasil pendataan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) dan dinas kesehatan setempat. Jumlah itu semakin banyak jika mengacu temuan kasus di seluruh kabupaten pemekaran yang mencapai 6.501 kasus.

“Jadi, data itu dilakukan selama tahun ini hingga Oktober, sedangkan data yang didapat dari seluruh kabupaten pemekaran di pegunungan tengah ini mencapai 6.501 kasus,” kata Kepala dinas kesehatan Jayawijaya, Willy Mambieuw, Jum’at (10/11/2017).

Meski mencatat penderita, namun dinas kesehatan mengakui sulit mengetahui bagi penderita HIV-AIDS yang meninggal. “Dalam satu bulan lalu dinas kesehatan dan KPA Jayawijaya belum mengetahui pasti, karena saat ini sedang membuat program lost contact,” kata Willy menambahkan.

Menurut Willy, program lost contact itu artinya pasien yang sudah terindikasi atau orang dengan HIV AIDS (ODHA) tetapi tidak melanjutkan pengobatan ARV karena sulit terlacak. Hal ini membuat dinas kesehatan dan KPA menyiapkan program mencari mereka yang lost contact agar  bisa diketahui dan mengetahui jumlah yang meninggal.

“Prediksi angka yang lost contact ini belum bisa disampaikan, karena KPA dan dinkes kabupaten pemekaran dan Jayawijaya baru mencari format cara melacak mereka yang lost contact ini,” katanya.

Willy menyebutkan, jika dilihat dari segi jenis kelamin jumlah kasus yang ada penderita HIV-AIDS lebih aktif dari laki-laki, angkanya sesuai dengan literatur memang yang lebih dominan laki-laki dan di usia produktif.

“Karena mereka yang lebih aktif, dalam artian merekalah yang banyak keluar rumah, sehingga mereka yang lebih berpotensi terkena HIV-AIDS,” kata Willy menjelaskan.

Ketua LSM Yukemdi, Pdt. Yoram Yogibi menyatakan terus berupaya membangun penyadaran masyarakat melalui distribusi informasi melalui komunitas-komunitas yang ada. “Baik di populasi umum maupun populasi beresiko,” kata Yoram.

Menurut dia informasi disebarkan kepada seluruh masyarakat Jayawijaya memunculkan kesandaran publik memeriksa kesehatan. “Sehingga kami di layanan sudah melakukan pemeriksaan HIV dan menemukan yang ada saat ini,” ujar  Yoram menambahkan .

LSM Yukemdi tetap berharap masyrakat yang sudah positif  terus membangun penyadaran kepada mereka untuk terus meminum obat ARV, sehingga bisa mengalami kesehatan tubuh yang fit sehingga bisa produktif.

“Agar bisa menjalankan kehidupan semakin produktif, sehingga mencari nafkah untuk keluarganya bisa terlaksana sebagaimana mestinya,” ucapnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Distrik Bokondini di Tolikara akan miliki kantor Polsek dan Koramil

Selanjutnya

Imigrasi segera bentuk unit kerja di Asmat

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe