Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. Dinkes Papua akan sosialisasi "Trisero" untuk eliminasi HIV/AIDS 2030
  • Minggu, 12 November 2017 — 05:34
  • 1539x views

Dinkes Papua akan sosialisasi "Trisero" untuk eliminasi HIV/AIDS 2030

"Ada beberapa kegiatan strategis dalam bentuk sosialisasi Trisero yang kami siapkan untuk mengeliminasi HIV/AIDS pada 2030 nanti," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis AIDS, TB dan Malaria (ATM) Dinas Kesehatan Provinsi Papua Bery Wopari, di Jayapura, Sabtu, (11/11/17).
Kepala Unit Pelaksana Teknis AIDS, TB dan Malaria (ATM) Dinas Kesehatan Provinsi Papua Bery Wopari. (Foto: Antara Papua/Musa Abubar)
ANTARA
Editor : Galuwo
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi - Guna menekan angka penderita HIV/AIDS di Papua, Dinas Kesehatan Provinsi Papua rencanakan sosialisasi program strategi "Trisero". Program tersebut bertujuan untuk mengeliminasi HIV/AIDS pada 2030.

"Ada beberapa kegiatan strategis dalam bentuk sosialisasi Trisero yang kami siapkan untuk mengeliminasi HIV/AIDS pada 2030 nanti," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis AIDS, TB dan Malaria (ATM) Dinas Kesehatan Provinsi Papua Bery Wopari, di Jayapura, Sabtu, (11/11/17).

Menurut dia, sosialisasi itu rencananya akan dilaksanakan pada 13-14 November 2017 di salah satu hotel di Jayapura.

Bery menjelaskan Trisero adalah tidak ada lagi penularan HIV baru, tidak ada lagi orang dengan HIV/AIDS (OdHA) yang meninggal karena HIV/AIDS, dan tidak ada lagi diskriminasi stigma bagi mereka yang positif HIV/AIDS.

"Jadi, Trisero ini di dalamnya itu ada yang namanya 90, 90, 90. Angka 90 yang pertama itu adalah untuk menemukan kasus-kasus HIV," katanya lagi.

Seluruh populasi penduduk yang berisiko di Papua, 90 persen di antaranya harus mengetahui status HIV-nya, dengan berbagai cara seperti pelayanan kesehatan ibu hamil dilakukan tes HIV/AIDS.

Kemudian, pelayanan konseling dan tes HIV/AIDS bagi masyarakat umum, donor darah yang kemudian dilakukan penapisan, jika ditemukan ada warga yang positif HIV/AIDS harus ditindaklanjuti.

"Nah, itu contoh untuk menemukan warga kebanyakan berisiko yang mengetahui status HIV-nya, itu 90 yang pertama," ujarnya pula.

Kemudian, 90 yang kedua yaitu masyarakat yang diketahui HIV positif harus mendapatkan obat ARV.

"Jadi, boleh dikatakan semua orang yang terdeteksi HIV positif harus mendapatkan ARV dengan cara sosialisasi dan mengajak masyarakat untuk tes darah, dan juga menyampaikan bahwa ARV ini juga selain mengobati gejala-gejala AIDS atau penyakit-penyakit yang timbul pada stadiun AIDS, tetapi juga merupakan suatu upaya pencegahan," ujarnya.

Dia menjelaskan dengan minum obat ARV itu jumlah virus akan turun sampai pada jumlah yang sangat rendah dan tidak terdeteksi lagi.

"Kalau sudah pada tingkatan ini, maka potensi untuk penularan HIV itu sudah sangat kecil sekali, bahkan penularan HIV tidak terjadi karena rendah sekali di dalam tubuh," ujarnya pula.

Selanjutnya, 90 yang ketiga adalah semua yang minum obat ARV itu virusnya sudah tidak terdeteksi lagi.

Dia menyebutkan, program 90, 90, 90 itu merupakan program nasional yang sudah disosialisasikan kepada seluruh provinsi di Indonesia termasuk di Provinsi Papua yang nantinya akan diturunkan ke 28 kabupaten dan satu kota di provinsi ini.

Ia menambahkan, upaya itu yang akan terus dilakukan untuk menuju Papua bebas penularan HIV/AIDS. 

"Semua pihak akan dikerahkan dalam semua aspek kegiatan sosial ke depan. Dalam program ini, kami akan melakukan pendekatan satu tungku tiga batu, jadi ada unsur pemerintah, unsur agama, dan unsur adat budaya," ujarnya pula. (*)

loading...

Sebelumnya

Sambut ulang tahun ke 55 tahun, mahasiswa Uncen gelar aksi demontrasi

Selanjutnya

Sejumlah tenaga farmasi di Lapago dibekali Dinkes Papua

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Pilihan Editor |— Selasa, 25 September 2018 WP | 9863x views
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6407x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 6056x views
Berita Papua |— Senin, 24 September 2018 WP | 4702x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe