Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Tarian Hedung dari Lamaholot simbol kemenangan
  • Minggu, 12 November 2017 — 14:13
  • 318x views

Tarian Hedung dari Lamaholot simbol kemenangan

Bertempat di SP-7, kampung Hidup Baru, distrik Tanah Miring, kabupaten Merauke, sejumlah anak dari tungku Lamaholot  mempertunjukkan tarian Hedung di hadapan ratusan masyarakat, sekaligus menjemput tiga diakon serta dua tim kesebelasan PS Lamaholot saat syukuran bersama, Sabtu (11/11/2017). Tari Hedung adalah simbol kembalinya panglima perang dengan membawa kemenangan.
Tarian Hedung yang dibawakan beberapa anak dari Lamaholot pada syukuran di SP-7, kampung Hidup Baru, distrik Tanah Miring, kabupaten  Merauke – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
frans@tabloidjubi.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Merauke, Jubi – Bertempat di SP-7, kampung Hidup Baru, distrik Tanah Miring, kabupaten Merauke, sejumlah anak dari tungku Lamaholot  mempertunjukkan tarian Hedung di hadapan ratusan masyarakat, sekaligus menjemput tiga diakon serta dua tim kesebelasan PS Lamaholot saat syukuran bersama, Sabtu (11/11/2017). Tari Hedung adalah simbol kembalinya panglima perang dengan membawa kemenangan.,

Ketua  Ikatan Kerukunan Lamaholot kabupaten Merauke, Paulus Peka Hayon, dalam sambutannya mengungkapkan tarian Hedung mengandung makna perang telah berakhir dan kemenangan berhasil diraih.

“Panglima perang telah kembali dan membawa kemenangan, sehingga harus dijemput dengan tarian seperti begini,” ujarnya.

Dikatakan, meskipun masyarakat Lamaholot yang merupakan gabungan dari dua kabupaten di provinsi NTT yakni Flores Timur dan Lembata yang hidup di perantauan, namun adat istiadat maupun tarian yang menjadi cirri khas kampung halaman harus terus diwariskan.

“Malam ini bertepatan dengan syukuran tiga diakon yang telah ditahbiskan di gereja Katedral beberapa waktu lalu serta syukuran kemenangan PS Lahamolot I yang keluar sebagai juara tiga dalam hajatan pertandingan Flobamora Cup II, maka sejumlah anak menjemput mereka dengan tarian Hedung,” katanya.

Dalam syukuran tersebut, hadir empat pastor sekaligus memimpin jalannya misa yang dihadiri ratusan masyarakat Lamaholot serta tamu-undangan lain.

Nasli Koten, salah seorang warga NTT di SP-7, kampung Hidup Baru, memberikan apresiasi kepada anak-anak yang telah menampilkan tarian Hedung dengan sangat baik.

“Memang sangat tepat jika anak-anak kita, meskipun di tanah perantauan, namun harus diberikan pemahaman secara baik tentang adat istiadat termasuk tarian dari Lamaholot. Sehingga tidak dilupakan di era globalisasi yang berkembang sangat pesat sekarang,” ujarnya. (*)
 

loading...

Sebelumnya

Belasan motor curian diamankan, polisi ciduk dua pelaku

Selanjutnya

Masyarakat Lamaholot diminta berkontribusi membangun Merauke

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe