Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Aniaya wartawan, lima anggota Polres Mimika diperiksa
  • Minggu, 12 November 2017 — 18:14
  • 1290x views

Aniaya wartawan, lima anggota Polres Mimika diperiksa

Anggota Polri yang terbukti melakukan penganiayaan terhadap Saldi akan dikenai pasal pidana dan kode etik kepolisian.
Korban Saldi Hermanto, wartawan okezone.com dan redaktur Harian Pagi Salam Papua, pasca pengeroyokan oleh sekelompok anggota polisi Polres Mimika di Timika, Sabtu (11/12) malam – Jubi/Ist
Abeth You
Editor : Edi Faisol

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Nabire, Jubi – Kepala Bidang Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Kepolisian Daerah Papua, Kombes Ahmad Musthofa Kamal menegaskan saat ini anggota Polres Mimika yang mengeroyok Saldi Hermanto, wartawan okezone.com dan redaktur Koran Salam Papua telah diamankan. Pelaku sebanyak lima anggota polisi ditahan di Polres Mimika.

“Lima anggota Sabhara ini masih menjalani pemeriksaan Propam Polres Mimika,” kata Ahmad Musthofa Kamal, Minggu, (12/11/2017).

Ia menjamin  anggota Polri yang terbukti melakukan penganiayaan terhadap Saldi akan dikenai pasal pidana dan kode etik kepolisian.

Kejadian pengeroyokan dialami Saldi terjadi pada hari Sabtu, 11 November 2017, saat korban mendapat perlakuan  tak simpatik dari anggota Dalmas di tempat kejadian perkara (TKP) di pasar malam Mimika. Saat itu anggota Dalmas datang mengejar pelaku, namun pelaku berhasil melarikan diri.

“Akibat dari kejadian tersebut korban bersama anaknya terjatuh, sehingga korban emosi dan menggunggah status di facebook dan membuat kata makian kepada kepolisian,” kata Ahmad Mustofa, menambahkan .

Atas unggahan tersebut, sejumlah anggota polisi mencari penggunggah status facebook itu sehingga korban dijemput di sebuah warung jalan Budi utomo tepatnya depan Pos Lantas. Anggota Dalmas membawa  Saldi Hermanto ke Pos Pelayanan Terpadu.

“Setelah berada di pos itu, beberapa anggota Dalmas memukul pada bagian wajah dan ditendang pada bagian belakang,” kata Ahmad menjelaskan.

Korban Saldi Hermanto mengatakan dirinya dianiaya oleh sekitar enam hingga delapan orang anggota polisi di Pos Terpadu dekat pertigaan Jalan Budi Utomo-Jalan Kartini, Sempan, Timika.

"Saya dikeroyok oleh sekitar enam sampai delapan orang di pos itu. Sampai di Kantor Polres Mimika, saya masih dipukuli oleh anggota Brimob di pos penjagaan," kata Saldi.

Akibat pengeroyokan dan penganiayaan itu, Saldi mengalami luka bagian kiri wajahnya dan leher. Tidak itu saja, wajah Saldi terlihat bengkak dan lebam. Saldi mengaku masih merasa sakit pada rusuk kanannya sehingga kesulitan bernafas. (*)

loading...

Sebelumnya

Ketua DPR Papua : jangan korbankan rakyat

Selanjutnya

Warga Banti : Kami tidak disandera

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe