Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Mamta
  3. Sebagian warga kampung Toladan tak terima rastra karena terlambat informasi
  • Minggu, 12 November 2017 — 16:29
  • 472x views

Sebagian warga kampung Toladan tak terima rastra karena terlambat informasi

Keterlambatan informasi dari pihak kelurahan dan distrik kepada koordinator RT/RW, membuat sebagian warga RT 02 RW XI kampung Toladan kelurahan Sentani, distrik Sentani, kabupaten Jayapura, terpaksa harus gigit jari dan tidak bisa mengambil jatah beras sejahtera (rastra).
Masyarakat kampung Toladan RT 02 RW XI Sentani, saat mengambil beras sejatera - Jubi/Yance Wenda
Yance Wenda
yan_yance@ymail.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Sentani, Jubi – Keterlambatan informasi dari pihak kelurahan dan distrik kepada koordinator RT/RW, membuat sebagian warga RT 02 RW XI kampung Toladan kelurahan Sentani, distrik Sentani, kabupaten Jayapura, terpaksa harus gigit jari dan tidak bisa mengambil jatah beras sejahtera (rastra).

“Bulan sebelumnya beras yang diantar sesuai dengan data jumlah warga saya, yakni 50 kepala keluarga. Itu dipangkas hingga turun sampai 30 KK saja. Sekarang ini menjadi 27 KK yang mendapatkan jatah beras,” kata Ketua RT 02 RW XI kelurahan Sentani, Yamin Weya, kepada Jubi, Jumat (10/11/2017) pekan lalu.

Dia menjelaskan penduduk warga RT 02 RW XI masih ada yang belum mendapat jatah rastra karerna informasi terlambat disampikan pihak kelurahan Sentani Kota kepada koordinator.

“Jumlah penduduk saya di RT 02 ini yang ada datanya di saya ada 60 KK. Masih ada yang belum terdata, itu saya tidak hitung,” ucap Yamin.

Yamin Weya berharap pihak terkait tidak hanya berpatokan pada data namun harus memahami juga jumlah di setiap RT/RW yang ada di kabupaten Jayapura ini, agar mereka mendapatkan beras mereka sesuai dengan uang yang dikumpulkan mereka.

“Keterlambatan informasi ini yang kedua kalinya. Kalau yang sebelumnya itu bagus, informasi cepat dan data yang kami kasih itu sesuai, jadi masyarakat senang. Tapi sekarang ini informasi terlambat dan yang dapat jatah beras lebih sedikit dari biasanya,” ucapnya.

Weya berharapa agar informasi diberikan secepatnya dan juga menerima data sesuai jumlah  uang yang dikumpulkan itu dan ia berharap yang menangani beras sejahtera ini dapat berjalan seperti sebelum-sebelumnya itu agar masyarakat yang biasa dapat mereka berhak juga mendapatkan beras.

“Gara-gara kemarin itu bikin saya ribut di kantor lurah hanya karena keterlambatan menginformasikan melalui SMS. Itu yang bikin saya marah,” jelas Weya.

Komentar senada disampaikan seorang warga RT 02 RW XI, Yan.

Adoh, informasi terlambat, jadi kita tra bisa kumpul uang ne. Coba informasi cepat kah? Masa kumpul sekarang, besok hari terakhir itu bagaimana,” ucapnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Pengerjaan trotoar di depan sekolah harus dipercepat

Selanjutnya

Pemerintah diharap dukung pengembangan seni di Papua

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe