Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Jayapura Membangun
  3. FPGG Jayapura tolak hasil Konferensi I PGGJ
  • Minggu, 12 November 2017 — 17:29
  • 624x views

FPGG Jayapura tolak hasil Konferensi I PGGJ

Forum Penyelematan Persekutuan Gereja-Gereja (FPGG) kabupaten Jayapura yang terdiri dari sejumlah denominasi gereja, yakni PGI, PGPI, PGLII, Advent, dan Katolik menolak hasil Konferensi I Persekutuan Gereja-Gereja Jayapura yang dilaksanakan 9 November 2017 di Gereja GBI Elshaddai Sentani.
Forum Penyelamatan Persekutuan Gereja-Gereja kabupaten Jayapura saat Jumpa pers di Kantor Klasis Sentani - Jubi/Engel Wally 
Engelbert Wally
engellenny2509@gmail.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Sentani, Jubi - Forum Penyelematan Persekutuan Gereja-Gereja (FPGG) kabupaten Jayapura yang terdiri dari sejumlah denominasi gereja, yakni PGI, PGPI, PGLII, Advent, dan Katolik menolak hasil Konferensi I Persekutuan Gereja-Gereja Jayapura yang dilaksanakan 9 November 2017 di GBI Elshaddai Sentani.

Penolakan ini disampaikan berdasarkan sejumlah poin pernyataan sikap yang disampaikan dalam rapat bersama pimpinan sejumlah denominasi gereja di Kantor Klasis GKI Sentani.

Beberapa pernyataan sikap itu (1). Tidak ada laporan pertanggungjawaban keuangan dari Ketua PGGJ periode lalu. (2). Pengurus PGGJ dan panitia sengaja tidak memberikan undangan kepada semua gereja yang bernaung dibawah Persekutuan Gereja-Gereja Seluruh Indonesia. (3). Sejumlah pimpinan gereja ditingkat klasis minta penundaan konferensi tersebut, tetapi tidak ditanggapi, dan konferensi tetap dilaksanakan. Kesan seperti ada paksaan dari pengurus yang lalu agar konferensi tetap dilaksanakan. 

Ketua Klasis GKI Sentani, Pdt Tonny Wally, mengatakan konferensi yang dilakukan ini atas dasar tendensi dan kepentingan pihak-pihak tertentu. Sehingga, kesannya seperti dipaksakan. Padahal kehadiran PGGJ ini untuk kepentingan umat dari semua denominasi gereja di kabupaten Jayapura.

"Intinya kami menolak tegas proses dan hasil konferensi I PGGJ yang dilaksanakan beberapa hari lalu. Menurut kami, ada unsur kesengajaan dan pembiaran oleh pengurus periode lalu untuk tidak mengakomodir semua hamba Tuhan dan pendeta di daerah ini untuk bersama-sama merumuskan apa yang menjadi program kerja ke depan," ujar Tonny Wally, yang juga pelayan jemaat GKI Zoal Abeale Sentani, dalam jumpa pers bersama para pendeta dan hamba Tuhan yang menolak hasil Konferensi PGGJ, di Kantor Klasisi Sentani, Minggu (12/11/2017).

Dijelaskan, saat konferensi berlangsung, ada beberapa anggota gereja yang beberapa kali menanyakan perihal tata tertib siding. Berkali-kali interupsi yang diajukan oleh beberapa anggota gereja yang menjadi peserta dalam konferensi tersebut tidak diindahkan. Akhirnya, mereka memutuskan walk out.

"Semua pendeta utusan GKI Klasis Sentani memutuskan keluar dan meninggalkan sidang konferensi tersebut karena kami nilai sudah tidak sejalan dengan aturan dan tata tertib sidang," jelasnya.

Ketua Koorda Bethany Papua, Pdt. Joop Suebu, mengatakan dirinya beberapa kali menanyakan undangan resmi yang harusnya panitia memberikan juga kepada sejumlah denominasi gereja di kabupaten Jayapura seperti GIDI, Baptis, Kingmi, dan GKII tetapi tidak juga diberikan jawaban yang jelas. Padahal mereka ini adalah bagian yang tidak terpisahkan dari PGGJ di kabupaten Jayapura.

"Pengurus lama dengan Ketua Pdt. Sony Manoach seharusnya dinyatakan demisioner dulu, baru konferensi dan sidang pemilihan ketua dilaksanakan. Makanya semua interupsi.  Yang banyak dipertanyakan para hamba Tuhan ini terkait aturan dan tata tertib persidangan. Tetapi kesalnya seperti terburu-buru dan memaksakan kehendak untuk kembali memilih ketua yang lama untuk memimpin lagi di periode selanjutnya. Anehnya, peserta yang sah dan memiliki hak suara berjumlah 45, tetapi selesai proses perhitungan suara terdapat 49 kertas suara. Sudah begitu pimpinan sidang langsung mengetuk palu untuk mengesahkan hasil pemilihan tersebut," ungkapnya.

Sementara itu, dalam konferensi yang dilaksanakan beberapa waktu lalu, yang maju sebagai kandidat ketua adalah Pdt. Sony Manoach, Pdt. George Sorontouw, dan Pdt. Benny Welala.

Konon kabaranya, calan-calon ini sudah disiapkan sebelumnya oleh panitia. Padahal mereka adalah pengurus yang sudah demisioner.

“Dengan demikian, atas semua kesalahan dan kekeliruan yang dilakukan pengurus PGGJ kabupaten Jayapura yang sudah habis masa jabatannya, kami minta dengan tegas kepada PGGP Papua, Bupati Jayapura, dan Kesbangpol untuk tidak melantik pengurus PGGJ yang terbentuk dari hasil konferensi I PGGJ kabupaten Jayapura,” kata Pdt. Joop Suebu. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Mathius Awoituaw: Pilkada Jayapura diperhitungkan pemerintah pusat

Selanjutnya

Dinas Pendidikan akan turun mendata sekolah di pinggiran kota  

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe