Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Jawa
  3. Siapa sanggup penjarakan Setya Novanto?
  • Minggu, 12 November 2017 — 17:34
  • 1143x views

Siapa sanggup penjarakan Setya Novanto?

Novanto pasti akan ditahan. Namun, ia sekali lagi menyatakan, hal itu dilakukan setelah konstruksi kasus rampung dibangun dari keterangan saksi.
Setya Novanto. CNN Indonesia/Jubi
Editor : Syam Terrajana

Papua No. 1 News Portal | Jubi
 

Jakarta, Jubi - Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) meminta Komisi Pemberantasan Korupsi segera menjemput paksa dan menahan Ketua DPR sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto.

Sebab, Novanto sudah dua kali ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan korupsi pengadaan kartu tanda penduduk elektronik (E-KTP) di Kemendagri. "Sudah harus dijemput paksa. Enggak ada lagi caranya," kata Pengurus GMPG Mirwan DZ Fauli, Sabtu (11/11/2017).

Menurutnya, langkah ini perlu diambil lantaran Novanto sudah dua kali mangkir dari panggilan KPK pada 13 dan 18 Oktober lalu. Ditambah, kata dia, Novanto punya banyak alasan.

"Harus izin presiden lah, sakit lah," kata Mirwan.

Ia pun memprediksi usaha jemput paksa dan penahanan ini tak mudah. Ia menyebut, bakal ada perlawanan dari politikus Golkar yang mendukung Novanto.

“Tapi, KPK tentu punya mekanisme hukum soal penahan seorang tersangka,” imbuh dia.

Terpisah, pakar hukum Universitas Andalas Ferry Amsari menilai upaya panggil paksa masih jauh untuk dilakukan. Ferry menyitir ihwal turunnya surat perintah penyidikan untuk Setya Novanto yang baru diterbitkan. Terlebih, upaya panggil paksa hanya bisa dilakukan setelah tersangka tiga kali mangkir dari panggilan penyidik.

"Suratnya kan baru. Haknya tiga kali setelah itu baru dipanggil paksa," kata Ferry pada Tirto.

Ferry meminta KPK tidak perlu terburu-buru memanggil paksa Novanto. KPK harus taat prosedur hukum agar tidak terjadi kesalahan yang berakibat Novanto kembali lolos.

Meski begitu, lanjut Ferry, KPK berhak menahan Novanto saat memenuhi panggilan selayaknya tersangka lainnya. Dengan catatan, dua alat bukti sudah cukup, dan mempersiapkan tim dokter untuk mengantisipasi dalih sakit.

"Sebagai bukti alternatif bila dokter pribadi Novanto tidak mau memberikan keterangan," kata Ferry.

Saat ini, KPK sendiri menyatakan belum memikirkan penahanan Novanto. Kabiro Humas KPK Febri Diansyah mengatakan, KPK masih fokus memeriksa saksi-saki.

Namun Febri memastikan, Novanto pasti akan ditahan. Namun, ia sekali lagi menyatakan, hal itu dilakukan setelah konstruksi kasus rampung dibangun dari keterangan saksi.

Pada Jumat (10/11) lalu, KPK resmi mengumumkan penetapan tersangka Setnov dalam kasus korupsi e-KTP yang ditaksir merugikan negara hingga Rp2,3 triliun. Ini merupakan kedua kalinya mantan Ketua Fraksi Golkar ditetapkan tersangka.

Novanto bersama yang lainnya diduga telah merugikan negara sebesar Rp2,3 triliun dalam proyek pengadaan e-KTP tahun 2011-2012 di Kemendagri. KPK menyangkakan Novanto telah melanggar Pasal 2 Ayat 1 subsider Pasal 3 UU Tipikor Jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Komisi Pemberantasan Korupsi kembali memanggil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Setya Novanto, Senin (13/11/2017). Pria yang karib disapa Setnov bakal diperiksa sebagai saksi dalam kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP.

Setya Novanto bersama tim kuasa hukum saat ini masih mempelajari surat dari KPK soal penetapan tersangka kasus korupsi pengadaan proyek e-KTP.

Setnov mengaku belum memikirkan upaya gugatan hukum lewat jalur praperadilan --yang sempat memulihkan namanya dari status tersangka.

"Saya belum memikirkan praperadilan. Surat saja baru saya terima dan dipelajari," kata Novanto di kantor DPP Partai Golkar, bilangan Jakarta Barat.

Setya Novanto menyerahkan sepenuhnya urusan dengan KPK ke tim kuasa hukum yang telah memenangkan dia di praperadilan. Dia pun mempertanyakan KPK yang kembali menetapkan tersangka meski praperadilan telah menggugurkan keputusan sebelumnya.

"Praperadilan sudah menang kenapa masih dilakukan kembali. Tapi semua sudah saya serahkan," ujarnya. (*)

Sumber: Tirto.id/CNN Indonesia

 

 

loading...

#

Sebelumnya

Dinas Pendidikan akan turun mendata sekolah di pinggiran kota  

Selanjutnya

Jangan remehkan sebelum tahu keuntungan usaha tambal ban

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe