Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Lapago
  3. Pembengkakan penduduk di Puncak diadukan ke DPD-RI
  • Senin, 13 November 2017 — 14:42
  • 875x views

Pembengkakan penduduk di Puncak diadukan ke DPD-RI

Isi pengaduan tersebut menerangkan secara rinci data penduduk kabupaten Puncak yang punya selisih pembengkakan hingga 98,844  dalam kurun dua bulan Agustus hingga Oktober.
Anggota DPD RI Yanes Murib ketika memberikan keterangan pers kepada Jubi - (Jubi/Hengky Yeimo)
Hengky Yeimo
yeimohengky@gmail.com
Editor : Edi Faisol

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi - Pembengkakan jumlah penduduk yang mencurigakan, dilaporkan ke anggota dewan perwakilan daerah (DPD) RI Yanes Murib, saat kunjungan kerja di Papua, Minggu 12 November 2017 lalu. Isi pengaduan tersebut menerangkan secara rinci data penduduk kabupaten Puncak yang punya selisih pembengkakan hingga 98,844  dalam kurun dua bulan Agustus hingga Oktober.

"Aduan berupa temuan data jumlah penduduk Kabupaten Puncak meningkat secara tajam,” kata Yanes Murib, Minggu (12/11/ 2017).

Yanes menyebut, aduan dilakukan oleh Koordinator Forum Penyelamat Data Penduduk (FPPD) Kabupaten Puncak, Yopi Murib, yang menyebutkan data per Agustus 2017: 212,569 dan membengkak menjadi 311,503 pada Oktober 2017.

“Sehingga ditemukan selisih data kependudukan  98,844. Mereka curiga pembengakan signifikan dalam kurun waktu dua bulan saja tanpa ada sosialisasi kepada masyarakat," kata Yanes  menjelaskan.

Selain pembengkakan, Yanes menyebutkan masyarakat dan pegawai di Kabupaten puncak sulit mengakses informasi terkait fasilitasi data penduduk dari pihak Dukcapil, denga alasan Dukcapil telah mendapat perintah Bupati melalui Sekda untuk tidak mengeluarkan data kependudukan kepada siapapun.

"Akibatnya para kepala distrik, kepala kampung, masyarakat dan PNS yang tergabung dlm (FPDP) melakukan aksi damai di depan kantar Dukcapil,” katanya.

Yanes menyebutkan aduan yang dirangkum dalam narasi tulisan menunjukan data kependudukan menunjukan ada beberapa masyarakat dari Distrik Gome, Sinak, dan Agadugume diganti alamatnya dan dipindahkan ke Distrik Beoga dan Wangbe tanpa pemberitahuan serta sosialisasi kepada para kepala Kampung, para kepala Distrik, serta masyarakat yang bersangkutan.

Yanes meminta Pemkab Puncak menyelesaikan masalah pembengkakan penduduk itu ini dengan baik. “Dan bisa menjelaskan dasar hukumnya dan jangan di luar aturan, karena itu menimbulkan polemik,” kata Yanes menegaskan.

Sebelumnya Koordinator Forum Penyelamat Data Penduduk (FPPD) Kabupaten Puncak, Yopi Murib mencurigai pembengkakan data penduduk  di sejumlah distrik setempat.

Tercatat pembengkakan terjadi karena perpindahan dari wilayah satu meliputi, distrik sinak, Agandugume, Pogoma ke Wilayah dua Distrik Beoga dan Wangbe.

"Kami sudah merekap perbandingan data penduduk kabupaten puncak secara menyeluruh dan terjadi selisih data,”  kata Yanes 

Ia meminta pembengkakan dan pemindahan penduduk dari wilayah satu ke wilayah dua di kabupaten Puncak  tidak digunakan untuk kepentingan Pilkada tahun 2018.

Forum penyelamat data minta agar dinas kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Puncak mengacu pada data pemilihan presiden tahun 2014 dengan jumlah penduduk 159.169 Jiwa. Ia juga minta bukti dasar hukum dari Kementerian kependudukan dan Pencatatan Sipil  jika ada perubahan . (*)

loading...

Sebelumnya

Konferensi Klasis Pasema ke-XIV pilih ketua baru

Selanjutnya

Pemkab Lanny Jaya mengaku tidak tahu pembengkakan penduduk

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe