Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Lapago
  3. Pemkab Lanny Jaya mengaku tidak tahu pembengkakan penduduk
  • Senin, 13 November 2017 — 15:53
  • 355x views

Pemkab Lanny Jaya mengaku tidak tahu pembengkakan penduduk

Pemda Lanny Jaya mengeluarkan data resmi jumlah penduduk semester II tahun 2016, yang menunjukan jumlah penduduk 196,381 jiwa dengan daftar pemilih tetap 165.444 jiwa.
Ketua KPU Lanny Jaya, Tanus Kogoya bersama komisioner KPU, Yakien Wenda saat jumpa pers di Wamena-Jubi/Islami
Islami Adisubrata
islami@tabloidjubi.com
Editor : Edi Faisol

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Wamena, Jubi – Pemkab Lanny Jaya mengaku tidak tahu data agregat kependudukan per kecamatan (DAK2) seperti yang disangkakan masyarakat di dapil III.  Pemda Lanny Jaya mengeluarkan data resmi jumlah penduduk semester II tahun 2016, yang menunjukan jumlah penduduk 196,381 jiwa dengan daftar pemilih tetap 165.444 jiwa.

“Namun muncul lagi dokumen yang beredar beberapa waktu ini, dan pemerintah daerah sendiri tidak mengetahui data itu dari mana,” kata Sekretaris daerah Lanny Jaya, Christian Sohilait, saat dikonfirmasi lewat telepon, Senin (13/11/2017).

Christian Sohilait telah menyikapi data agregat kependudukan dengan menggelar rapat dengan komisi  pemilihan umum daera stempat. “Bupati Lanny Jaya sudah rapat dengan KPU dan beberapa anggota dewan dari dapil III untuk menjelaskan data yang dikeluarkan resmi itu,” kata Christian, menambahkan.

Ia menyatakan telah memperkuat data yang dikeluarkan tahun 2016 dengan pemberitahuan surat kepada kementerian dalam negeri agar menggunakan data tahun 2016 untuk Pilkada Lanny Jaya. Surat itu ditembuskan  ke KPU RI, Provinsi dan Lanny Jaya agar perubahan data yang tidak diakui itu mengacaukan pelaksanaan Pilkada .

Selain itu  pemerintah daerah akan memperkuat data itu dengan perekaman e-KTP. "Langkah itu untuk menghindari perbedaan data resmi pemerintah daerah dan yang selama ini beredar," katanya.

Ketua KPU Lanny Jaya, Tanus Kogoya menegaskan jika KPU Lanny Jaya merasa terganggu dengan aksi pemalangan kantor sekretariat mereka terkait protes (DAK2) akhir pekan lalu.

Menurut dia  jika dilihat tuntutan masyarakat tentang data agreggat kependudukan perkecapatan untuk Pilgub 2018 ini bukanlah domainnya KPU, melainkan pemerintah daerah setempat.

“Sedangkan data Pemilu yang digunakan dalam Pilkada Bupati itu tidak mengalami perubahan,” kata Tanus.

Ia juga membantah adanya pembengakakan jumlah penduduk, menurut dia pemutakhiran data Pilgub 2018 belum dilakukan KPUD Lanny Jaya. Data agregat itu akan digunakan KPU sebagai acuan penataan Dapil dan pembagian alokasi kursi. "Data itu dikeluarkan kementerian dalam negeri secara nasional," ujar Tanus menjelaskan.

Ia khawatir  informasi data agregat kependudukan per kecamatan membuat pengurangan kursi legislatif Lanny Jaya untuk dapil III, dimana yang selama ini mendapat jatah 9 kursi, sedangkan dapil II dan dapil I  masing-masing sebanyak 9 dan 7 kursi. (*)

loading...

Sebelumnya

Pembengkakan penduduk di Puncak diadukan ke DPD-RI

Selanjutnya

Jayawijaya belum mampu memenuhi standar minimal layanan kesehatan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe