Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Lapago
  3. Jayawijaya belum mampu memenuhi standar minimal layanan kesehatan
  • Senin, 13 November 2017 — 16:22
  • 294x views

Jayawijaya belum mampu memenuhi standar minimal layanan kesehatan

Kondisi itu membuat daerah setempat terus berupaya mendorong sesuai dengan peraturan menteri kesehatan.
Salah satu pelayanan di poliklinik RSUD Wamena-Jubi/Islami
Islami Adisubrata
islami@tabloidjubi.com
Editor : Edi Faisol

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Wamena, Jubi - Pemerintah Kabupaten Jayawijaya belum mampu mencapai 12 indikator standar pelayanan minimal (SPM) bidang kesehatan. Kondisi itu membuat daerah setempat terus berupaya mendorong sesuai dengan peraturan menteri kesehatan.

“Hal itu secara perlahan mulai dipenuhi, demi pelayanan kepada masyarakat,” kata Asisten I Sekda Jayawijaya, Tinggal Wusono, usai memimpin upacara bendera peringatan HKN ke 53, Senin (13/11/2017).

Ia menyebutkan sebelumnya SPM mencapai 18 indikator, namun sekarang menjadi 12 indikator. “Kami sedang buat program yang menyentuh masyarakat seperti, pendampingan kepada Puskesmas secara baik oleh dinas,” kata Tinggal menambahkan.

Tinggal berharap  bisa memilah-milah cakupan SPM yang akan dilakukan untuk pelayanan kepada masyarakat. Meski tidak menyebutkan indikator apa saja yang belum dicapai, ia memastikan telah menerima berbagai prestasi di bidang kesehatan dan hal itu yang menjadi motivasi terus meningkatkan kinerja.

Berdasarkan peraturan menteri kesehatan nomor 43 tahun 2016 tentang SPM kesehatan, 12 indikator pelayanan dasar yang disebutkan meliputi pelayanan kesehatan ibu hamil sesuai standar pelayanan antenatal, pelayanan kesehatan ibu bersalin, pelayanan kesehatan bayi baru lahir, pelayanan kesehatan balita, pelayanan kesehatan pada usia pendidikan dasar, pelayanan kesehatan pada usia produktif.

Selain itu pelayanan kesehatan pada usia lanjut, pelayanan kesehatan penderita hipertensi, pelayanan kesehatan penderita diabetes mellitus, pelayanan kesehatan orang dengan gangguan jiwa berat. "Dan pelayanan kesehatan orang dengan tuberkulosis dan pelayanan kesehatan orang dengan risiko terinfeksi HIV," katanya.

Kepala dinas kesehatan Jayawijaya, Willy E. Mambieuw, menyebutkan untuk mencapai 12 indikator yang disebutkan itu harus tersedia tenaga medis dan  tenaga penyuluh kesehatan. “Sedangkan Jayawijaya sendiri masih kekurangan. Kami masih mendekati standar minimal,” kata Willy.

Meski begitu ia tetap berupaya memenuhi standar pelayanan, namun ia mengakui saat ini tenaga medis juga dan penyuluh belum mencukupi. (*)

loading...

Sebelumnya

Pemkab Lanny Jaya mengaku tidak tahu pembengkakan penduduk

Selanjutnya

Tenaga medis di Jayawijaya dapat SK calon pegawai

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe