Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Aktivis tuding pengklaim lahan SMAN Mankor palsukan surat
  • Senin, 13 November 2017 — 18:51
  • 573x views

Aktivis tuding pengklaim lahan SMAN Mankor palsukan surat

Hal itu dibuktikan dengan kejanggalan surat pernyataan pengakuan hak atas tanah yang di dibuat di Sentani, Kabupaten Jayapura pada Senin, 17 Februari 1993.
Suasana pertemuan antara KMP3R dengan Plt. Ketua Pengadilan Negeri Klas IA Jayapura, Prayitno Imam Santoso (kiri) di ruang mediasi PN Jayapura - Jubi/Roy Ratumakin.
Roy Ratumakin
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Edi Faisol

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi – Para aktivis yang tergabung Koalisi Mahasiswa dan Pemuda Papua Peduli Rakyat (KMP3R), menuding surat pernyataan bukti pengakuan hak atas tanah-tanah adat milik suku Dece, atas nama Elvis Doce adalah palsu.

Hal itu dibuktikan dengan kejanggalan surat pernyataan pengakuan hak atas tanah yang di dibuat di Sentani, Kabupaten Jayapura pada Senin, 17 Februari 1993.

“Faktanya, tanggal 17 Februari 1993 jatuh pada hari Rabu bukan Senin sesuai yang tertera dalam surat tersebut,” kata Ketua KMP3R, Kaleb Woisiri, kepada Jubi, Senin (13/11/2017)

Fakta lain yang ia sebutkan adanya kejanggalan dalam surat tersebut  menggunakan jenis huruf Times New Roman, atau menggunakan komputer. Padahal tahun 1993 saat surat diterbitkan masih menggunakan menggunakan mesin ketik maual.

“Apa betul pada tahun tersebut pembuatan surat sudah menggunakan komputer? Sedangkan segala proses surat menyurat atau pengurusan dokumen pada tahun itu masih menggunakan mesin ketik," kata Kaleb, menjelaskan.

Selain itu ia mencurigai dokumen surat tersebut ditemukan pemalsuan tanda tangan pernyataan atas nama Henock H. Ohee yang tanda tangannya dipalsukan oleh saudara Elvis Doce. Pemalsuan tanda tangan mengacu pengakuan anak dari Henock H. Ohee, Paulinus Ohee yang menyangsikan tanda tangan ayahnya tidak sesuai yang tertera dalam surat tersebut.

Ia menjelaskan dalam surat pernyataan ketua dewan adat atas nama Permenas Ohee membubuhkan tanda tangan beserta cap pada tahun 1993, ironisnya pada 11 Oktober 1992 muncul surat keterangan kematian bernomor 026/Cmt/Sti/1992 yang diterbitkan oleh Camat Sentani Ev. Drs. Frans Bob Ohee yang menerangkan Permenas Ohee telah meninggal dunia.

“Bagaimana bisa Pwrmenas Ohee meninggal tahun 1992 melakukan tanda tangan di tahun 1993," ujarnya.

Dengan sejumlah alasan tersebut, KMP3R menilai para hakim yang menyidangkannya kasus tersebut dan memenangkan saudara Elvis Doce telah mengesampingkan bukti-bukti yang otentik.  Ia akan melaporkan hal ini ke Polda Papua karena pemalsuan dokumen merupakan tindakan pidana.

Paulinus Ohee selaku anak dari Henoch Ohee mengatakan, dirinya selaku anak akan tetap menempuh jalur hukum karena tanda tangan ayahnya dipalsukan oleh Elvis Doce untuk melegalkan dokumen yang dimilikinya.

"Ini sudah tindakan pidana dan harus dilawan. Saya tahu tanda tangan ayah saya seperti apa,” kata Paulinus Ohee.

Keyakinan itu berdasarkan surat saat sekolah dari SD hingga SMA, yang raport ditandatangani oleh orang tuanya. “Saya tahu betul tanda tangan ayah saya seperti apa," katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Putusan kasus sengketa lahan SMAN Mankor dipertanyakan

Selanjutnya

Pungli Kemenkumham Papua, Laurina tegaskan bukan perantara

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe