Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Pungli Kemenkumham Papua, Laurina tegaskan bukan perantara
  • Senin, 13 November 2017 — 19:23
  • 768x views

Pungli Kemenkumham Papua, Laurina tegaskan bukan perantara

Hal itu ia sampaikan  terkait dengan pemberitaan sebuah koran di Kota Jayapura yang dinilai menyudutkan dirinya selaku pelapor.
Tim Saber Pungli Kemenkumham Papua, saat memeriksa pelaku Pungli beberapa waktu lalu - Jubi/Roy Ratumakin.
Roy Ratumakin
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Sabtu, 24 Februari 2018 | 11:20 WP
Features |
Sabtu, 24 Februari 2018 | 11:03 WP
Features |
Kamis, 22 Februari 2018 | 22:57 WP
Features |
Kamis, 22 Februari 2018 | 07:49 WP

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi - Laurina Mambraku menegaskan dirinya bukan perantara dalam kasus Pungutan Liar (Pungli) kantor kementerian hukum dan hak azasi manusia (Kemenkumham ) Papua. Hal itu ia sampaikan terkait dengan pemberitaan sebuah koran di Kota Jayapura yang dinilai menyudutkan dirinya selaku pelapor.

"Saya merasa dipojokkan dari pemberitaan tersebut. Seolah-olah saya sebagai perantara dari kasus Pungli tersebut,” kata Laurina kepada Jubi, Senin (13/11/2017).

Ia justru sengaja datang ke Kemenkumham Papua mempertanyakan kenapa ada praktik Pungli di kantor tersebut. Kehadiran dia di kantor kemenkumham karena pensaran selama tiga tahun terakhir ini anaknya sudah tiga kali gagal dalam tes CPNS di lingkup Kemenkumham Papua.

"Saya akui mungkin anak saya kurang dalam hal ujian tersebut namun bukan berarti harus dilakukan pungli. Ini kan sudah melanggar aturan yang berlaku,” kata Laurina menambahkan.

Ia justru baru tahu bahwa SS oknum pegawai Kemenkumham pelaku Pungli yang kemudian ia laporkan ke Polda Papua. Ia yakin Pungli itu bukan pertama kali dilakukan SS, kemungkinan tahun-tahun sebelumnya juga sudah dilakukan.

Terpisah, Kepala Ombusdman Republik Indonesia (ORI) Papua, Sabar Iwanggin menilai seharusnya surat kabar yang memberitakan kasus Pungli harus mewawancarai Laurina Mambraku, sehingga berita yang diturunkan berimbang.

"Ibu Laurina ini kan yang pertama kali melapor bahwa telah terjadi kasus Pungli di Kemenkumham Papua,” kata Iwanggin.

Menurut dia seharusnya surat kabar tersebut memerintahkan wartawannya wawancara Laurina setelah mewawancarai pihak Kemekumham. “Ini tidak, sehingga ibu Laurina merasa dirugikan dalam pemberitaan tersebut," katanya.

Menurut Iwanggin, pemberitaan tersebut diberitakan salah satu koran lokal Papua yang menyatakan bahwa Laurina Mambraku orang yang memberikan jalan terjadinya kasus Pungli pada penerimaan CPNS di Kemenkumham Papua.

"Saya sudah ngomong ke ibu Laurna untuk buat hak jawabnya. Dan harapannya, media massa juga harus berimbang dalam memuat sebuah berita, apalagi berita tersebut berpotensi konflik," katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Aktivis tuding pengklaim lahan SMAN Mankor palsukan surat

Selanjutnya

Aparat keamanan dan OPM saling tuding, ini kata legislator Papua

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Berita Papua |— Sabtu, 17 Februari 2018 WP | 6883x views
Dunia |— Jumat, 23 Februari 2018 WP | 3283x views
Penkes |— Rabu, 21 Februari 2018 WP | 3150x views
Lapago |— Jumat, 16 Februari 2018 WP | 2411x views
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe