Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Jayapura Membangun
  3. UPTD Pasar Pharaa Sentani kesulitan mengatur pedagang 
  • Senin, 13 November 2017 — 22:06
  • 631x views

UPTD Pasar Pharaa Sentani kesulitan mengatur pedagang 

"Kalau hanya untuk mengatur dan memberikan informasi saja, semua orang bisa melakukannya. Tetapi bagaimana dengan orang-orang yang harus diatur dan mengikuti aturan tersebut tidak melaksanakannya," ujar Kepala UPTD Pasar Pharaa Sentani, Daniel Sokoy.
Puluhan kios dan lapak di pasar Doyo yang masih kosong - Jubi/Engel Wally  
Engelbert Wally
engellenny2509@gmail.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Sentani, Jubi  - "Kalau hanya untuk mengatur dan memberikan informasi saja, semua orang bisa melakukannya. Tetapi bagaimana dengan orang-orang yang harus diatur dan mengikuti aturan tersebut tidak melaksanakannya," ujar Kepala UPTD Pasar Pharaa Sentani, Daniel Sokoy, saat dijumpai di kantornya, Senin (13/11/2017).

Untuk mengurus ribuan pedagang di sebuah pasar besar seperti pasar Pharaa memang tidak mudah. Daniel mengawali pembicaraannya ketika ditanya soal kondisi pasar yang belum juga ditata sesuai dengan tempat jualan masing-masing. 

Menurutnya, untuk menata dan mengatur sebuah pasar dengan para pedagang yang ada didalamnya butuh kesadaran dan juga pemahaman bersama. Sebagai pemerintah daerah atau pelaksana lapangan akan kesulitan ketika tidak memahami kemauan para pedagang ini. Kendati demikian, tetap harus dilakukan upaya untuk mewujudkan sebuah perbaikan. 

"Sekitar seribu pedagang di pasar ini. Belum lagi yang ada di setiap pertigaan jalan baik di sosial, depan Polres, dan juga jalan pojok, dan pasar lama Sentani. Sementara pasar Doyo yang sudah mulai diaktifkan kembali masih dalam kondisi yang belum terisi oleh para pedagang. Hal ini juga masih menjadi perhatian serius bagi kita," jelasnya.

Abdul, salah seorang pedagang kelontong di pasar Doyo mengatakan kondisi sepinya pembeli di pasar sangat dilematis baginya. Mau tetap berjualan, masih sepi pembeli. Tidak jualan, ingat modal pembelian barang harus kembali untuk kelancaran usahanya.

"Awalnya kami sudah di dalam pasar ini saat Presiden Jokowi datang resmikan. Ini sudah berjalan beberapa bulan dengan kondisi pasar yang minim pembeli. Akhirnya kami berjualan di depan pintu masuk pasar. Sekarang kami disuruh kembali lagi ke dalam pasar. Proses jual beli di pasar akan terus dilakukan antara pembeli dan penjual, tupoksi pemerintah juga harus diperhatikan, jangan hanya datang sebar karcis retribusi saja," ungkapnya. (*)

 

loading...

Sebelumnya

DPMPTP akan tertibkan IMB yang tidak sesuai prosedur 

Selanjutnya

Bappeda bahas tata ruang strategis sampah danau Sentani 

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe