Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Aparat keamanan dan OPM saling tuding, ini kata legislator Papua
  • Selasa, 14 November 2017 — 05:04
  • 1333x views

Aparat keamanan dan OPM saling tuding, ini kata legislator Papua

“Saya pikir kedua pihak bicara untuk kepentingan masing-masing dan saling mengkambing-hitamkan, itu biasa. Kami hanya ingin jangan sampai karena pertikaian kedua pihak ini, merugikan masyarakat yang tidak tahu masalah,” kata Ruben menjawab pertanyaan Jubi, Senin (13/11/2017).
Ilustrasi Penembakan – tempo.co
Arjuna Pademme
harjuna@tabloidjubi.com
Editor : Galuwo

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Legislator Papua dari daerah pemilihan Intan Jaya, Deiyai, Paniai, Dogiyai, Nabire dan Mimika, Ruben Magai mengatakan, hal biasa dalam sebuah situasi jika dua pihak yang bersitegang saling tuding dan mencari “kambing hitam”, seperti dalam situasi yang kini terjadi di Tembagapura, Kabupaten Mimika.

Ia mengatakan, aparat keamanan menyebut kelompok kriminal bersenjata (KKB) memperkosa, menyandera, menganiaya dan membakar kios warga. Pihak yang dituduh menyatakan mereka bukan KKB tapi Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat - Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM), dan tidak benar mereka yang melakukan hal tersebut, tapi mata-mata aparat keamanan yang sengaja ingin merusak nama TPN-OPM.

“Saya pikir kedua pihak bicara untuk kepentingan masing-masing dan saling mengkambing-hitamkan, itu biasa. Kami hanya ingin jangan sampai karena pertikaian kedua pihak ini, merugikan masyarakat yang tidak tahu masalah,” kata Ruben menjawab pertanyaan Jubi, Senin (13/11/2017).

Menurutnya, kalau kelompok yang disebut aparat keamanan sebagai KKB itu menyatakan diri mereka adalah OPM, berarti ini bukan kriminal. Bukan karena ekonomi, kesejahteraan dan lainnya, tapi masalah politik.

“Kedua pihak bersikeras dengan argumen masing-masing, pemerintah pusat jangan masa bodoh. Kalau mau selesaikan secara keseluruhan, selesaikan secara politik, karena kehadiran PT Freeport inilah masalahnya,” ujarnya.

Katanya, keberadaan Freeport salah satu penyebab Papua dianeksasi masuk ke dalam Negara Indonesia. Ini merupakan skenario yang dimainkan Amerika untuk kepentingan ekonomi, yang menyebabkan orang Papua korban.

“Pemerintah pusat segera selesaikan secara politik. Perjuangan politik, harus diselesaika secara politik. Kami orang asli Papua mengerti sejarah Papua dengan baik. Jangan masa bodoh melihat setiap masalah di Papua,” ucapnya.

Kepolisian menyatakan, pihak yang mereka sebut KKB di Tembagapura tidak hanya menembak aparat keamanan, juga melakukan kekerasan terhadap warga sipil di antaranya, pemerkosaan, pembakaran kios, perampasan uang hingga penyanderaan ribuan warga.

Tudingan ini dibantah Komandan TPN-PB, Hendrik Wanmang. Ia mengatakan, berbagai tudingan itu hanyalah upaya untuk mendiskreditkan perjuangan bersenjata yang dilakukan TPN-PB

“Media-media harus turun ke lapangan baru bisa membuat kesimpulan apakah hal-hal itu benar dilakukan TPN-PB. Itu (berita-berita) adalah pembohongan publik,” kata Wanmang ketika diwawancarai Fairfax, jaringan media Australia via teleponnya.

Kepolisian telah menyatakan 21 oranng masuk daftar pencarian orang (DPO) karena diduga terlibat dalam serangkaian aksi penembakan di Tembagapura, sejak jelang akhir Oktober 2017.

"Kami meminta kelompok tersebut untuk segera menyerah untuk menghindari korban karena kami tidak menginginkan hal itu terjadi. Papua membutuhkan kondisi damai terutama untuk Natal yang akan datang,” kata Kabidhumas Polda Papua, A.M. Kamal belum lama ini.

Mereka yamng masuk dalam DPO itu yakni Ayuk Waker, Obeth Waker, Ferry Elas, Konius Waker, Yopi Elas, Jack Kemong, Nau Waker, Sabinus Waker, Joni Botak, Abu Bakar alias Kuburan Kogoya, Tandi Kogoya, Tabuni, Ewu Magai, Guspi Waker, Yumando Waker alias Ando Waker, Yohanis Magai alias Bekas, Yosep Kemong, Elan Waker, Lis Tabuni, Anggau Waker, dan Gandi Waker.

Penembakan terhadap kendaraan patroli aparat keamanan di area PT Freeport Indonesia kembali terjadi, Minggu (12/11/2017) sekira pukul 11.30 WP. Kelompok bersenjata menembaki mobil patroli satuan tugas Amole yang bertugas mengamankan kegiatan operasional PT Freeport disekitar mile 63 Tembagapura.

“Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut karena tembakan mengenai atap mobil. Saat penembakan cuaca di kawasan itu berkabut hingga menghalangi jarak pandang," kata Kombes (Pol) Kamal. (*)

loading...

Sebelumnya

Pungli Kemenkumham Papua, Laurina tegaskan bukan perantara

Selanjutnya

Komisi IV DPRP yakin serapan APBD capai 80 persen

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe