Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Masyarakat beberapa distrik di Yahukimo butuh jalan dan jembatan
  • Selasa, 14 November 2017 — 05:11
  • 1786x views

Masyarakat beberapa distrik di Yahukimo butuh jalan dan jembatan

“Ekonomi masyarakat di sana sudah oke. Mereka berkebun dan beternak. Tapi mereka kesulitan memasarkan hasil kebun mereka semisal kacang, buah merah, jeruk, dan lainnya karena sulitnya akses jalan,” kata Lazarus, Senin (13/11/2017).
Ilustrasi jalan trans Wamena, Jayawijaya ke Distrik Kurima, Yahukimo – Jubi.Dok  
Arjuna Pademme
Editor : Galuwo
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Legislator Papua dari daerah pemilihan Yahukimo, Yalimo, dan Pegunungan Bitang, Lazarus Siep mengatakan, masyarakat beberapa distrik di Kabupaten Yahukimo butuh pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan.

Ia mengatakan, selama ini ketika masyarakat akan pergi ke wilayah lain, butuh waktu beberapa hari untuk sampai ke daerah tujuan, karena belum ada konektivitas yang dapat mempersingkat perjalanan dari distrik mereka ke daerah tujuan .

“Ekonomi masyarakat di sana sudah oke. Mereka berkebun dan beternak. Tapi mereka kesulitan memasarkan hasil kebun mereka semisal kacang, buah merah, jeruk, dan lainnya karena sulitnya akses jalan,” kata Lazarus, Senin (13/11/2017).

Menurutnya, ketika ia reses ke beberapa distrik di Yahukimo, pekan lalu, masyarakat ingin pemerintah membangun jembatan dan jalan, terutama untuk menghubungkan Distrik Pasema ke Wamena, Kabupaten Jayawijaya.

“Selama ini ketika masyarakat jalan dari Wamena ke Distrik Werima dan Pasema, Kabupaten Yahukimo, butuh waktu dua hingga tiga hari. Kalau mau carter pesawat, biayanya Rp10 hingga Rp13 juta,” ujarnya.

Ia berharap, di masa akhir jabatan Gubernur Papua, Lukas Enembe dan wakilnya, Klemen Tinal, dapat memperhatikan keluhan masyarakat ini, dan memasukkan program itu dalam APBD induk 2018.

“Masyarakat tidak minta lain, hanya minta dibangunkan jalan dan jembatan. Kalau wilayah Kabupaten Tolikara, Jayawijaya, Yalimo, dan Nduga akses sudah bagus, kenapa di Yahukimo tidak,” katanya.

Beberapa waktu lalu, Anggota DPRD Yahukimo, Yoel Itlay mengatakan, pembangunan infrastruktur jalan menjadi pekerjaan rumah (PR) yang harus segera diselesaikan oleh pemerintah di Yahukimo.

“Masih banyak akses jalan di daerah terpencil yang belum terhubung. Kondisi ini membuat banyak rakyat terpaksa berjalan kaki dari kampung ke kampung,” kata Yoel ketika itu. (*)

loading...

Sebelumnya

Komisi IV DPRP yakin serapan APBD capai 80 persen

Selanjutnya

Pihak keluarga bantah Martinus Beanal sudah dikuburkan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Pilihan Editor |— Selasa, 25 September 2018 WP | 9121x views
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6356x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5998x views
Berita Papua |— Senin, 24 September 2018 WP | 4403x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe