Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Nabire Membangun
  3. Dinas Budpar Nabire akui wisata hiu paus belum untungkan masyarakat setempat
  • Selasa, 14 November 2017 — 05:54
  • 468x views

Dinas Budpar Nabire akui wisata hiu paus belum untungkan masyarakat setempat

"Belum ada dampak untuk masyarakat setempat, jangankan masyarakat, pemerintah pun belum. Mereka hanya lapor terutama wisatawan mancanegara, tapi untuk hal lainnya tidak ada," ujar Natus saat ditemui Jubi, Senin, (13/11/17) di ruang kerjanya.
Hiu paus jinak yang berada di perairan Kwatisore, Yaur. Jubi/IST
Titus Ruban
titus@tabloidjubi.com
Editor : Galuwo

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Nabire, Jubi – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Nabire, Natus Gobai, mengaku kawasan International Union for Conservation of Nature (IUCN), tempat habitat hiu paus yang berada di dua daerah yakni Kampung Sima dan Kwatisore, Suku Yerisiam Gua, tidak berdampak signifikan terhadap masyarakat setempat.

"Belum ada dampak untuk masyarakat setempat, jangankan masyarakat, pemerintah pun belum. Mereka hanya lapor terutama wisatawan mancanegara, tapi untuk hal lainnya tidak ada," ujar Natus saat ditemui Jubi, Senin, (13/11/17) di ruang kerjanya.

Dikatakan Natus, harus ada peraturan bupati (perbup) terkait tempat wisata, agar dampaknya bisa terasa.

“Bahkan bukan masyarakat yang mengelola kawasan tersebut, ini menjadi pekerjaan rumah bagi kami,” tuturnya.

Lanjut Natus, dalam waktu dekat akan diadakan pertemuan khusus dengan instansi terkait dan masyarakat pemilik ulayat
setempat. Tujuannya untuk menyatukan pemahaman, lalu didorong agar dijadikan perbup.

“Kami akan dorong menjadi perbup untuk tahun 2018. Jika aturan yang di dalamnya ada masyarakat dan pemerintah sebagai pengelola, maka sama-sama kita jalankan agar ada PAD juga dari sana,” tuturnya.

Menurut Natus, Kabupaten Nabire sangat kaya dengan tempat-tempat wisata, dan semua itu belum dinikmati masyarakat sebab selama ini belum ada peraturan khusus yang mengatur tentang kawasan wisata yang ada.

“Semua kawasan wisata yang ada akan didata lalu kita dorong perbub, dan tetap yang kami utamakan masyarakat pemilik hak ulayat agar mereka bisa menikmati, tentu sebagai pengelola," katanya.

Terpisah, juru bicara Yerisiam Gua, Gunawan Inggeruhi, mengatakan kawasan hiu paus Kwatisore sangat terkenal bahkan hingga ke luar negeri.

"Akan tetapi kami hanya sebagai penonton. Orang lain yang datang dan kelola. Bahkan hampir seluruh kawasan wisata," katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Pemkab Nabire sosialisasi saber pungli

Selanjutnya

Dinas PPA Nabire lakukan pelayanan USG gratis bagi ibu hamil

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe