Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Lembar Olahraga
  3. Papua tambah 2 emas, Riau dan DIY menyalip
  • Selasa, 14 November 2017 — 09:40
  • 566x views

Papua tambah 2 emas, Riau dan DIY menyalip

Papua turun ke peringkat enam setelah Riau dan D.I Yogyakarta pada hari ini, Senin (13/11/2017) menambah koleksi medali emas mereka. Riau menduduki peringkat 4 dan D.I Yogyakarta peringkat 5.
Maria Wilil dari cabang atletik nomor Tunadaksa Ambulant F46-F47 tolak peluru putri saat penggalungan medali – Jubi/ist
Jean Bisay
jean@tabloidjubi.com
Editor :

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jakarta, Jubi - Kontingen Papua menambah perbendaharaan dua medali emas dipersembahkan Maria Wilil dari cabang atletik nomor Tunadaksa Ambulant F46- F47 tolak peluru putri dan Lince Suebu dari cabang renang kelas Tunagrahita Open Gaya Dada 100 meter putri.

Dengan demikian hingga hari keempat pelaksanaan Peparpenas VIII/Solo, Jawa Tengah, Papua sudah menabung delapan medali emas, delapan perak dan sepuluh perunggu.

Papua turun ke peringkat enam setelah Riau dan D.I Yogyakarta pada hari ini, Senin (13/11/2017) menambah koleksi medali emas mereka. Riau menduduki peringkat 4 dan D.I Yogyakarta peringkat 5.

Posisi pertama masih diduduki tuan ruama Jawa Tengah dengan perolehan 18 emas, 7 perak dan 11 perunggu. Disusul Jawa Barat dan Jawa Timur.

Ketua National Paralympic Committee (NPC) Papua, Jaya Kusuma kepada wartawan mengaku bangga atas raihan Maria Willi yang turun dikelas Tunadaksa Ambulant F46- F47 tolak peluru putri sukses meraih emas cabor atletik, sebab hingga hari keempat terhitung renang yang paling terbanyak menyumbang medali emas.

“Saya bangga sekali, kita bisa menyumbangkan medali emas untuk Papua dari cabor atletik, yang selama ini kita hanya mendapatkan perak dan perunggu,” ucapnya.

Jayakusuma yang juga menjabat Kadistrik Heram mengharapkan para atletnya terus menyumbangkan medali emas agar posisi Papua dalam perolehan medali melebihi posisi sebelumnya di Peparpenas dua tahun lalu.

Kabag Pembudayaan Olahraga Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) Papua, Iwan Bauw menambahkan, hanya cabor baru, Boccia yang gagal sumbang medali.

Perlu sosialisasi cabor Boccia kepada masyarakat dan mencari atlet penyandang cerebral palsy sehingga dapat dilatih menjadi atlet yang berprestasi bagi Papua.

Olahraga Boccia sendiri dimainkan penyandang Cerebral Palsy dengan kelumpuhan otak motorik, serta gangguan fisik berat yang bertanding menggunakan kursi roda dengan empat klasifikasi.

“Kita akan lihat disana, ada anak-anak celebral palsy di Papua kita rekrut dan latih menjadi atlet berprestasi. Olahraga Boccia memerlukan fasilitas pendukung yang cukup mahal, sehingga perhatian NPC Pusat,” ujarnya. (*)

loading...

Sebelumnya

30 atlet pelajar disabilitas diseleksi masuk SKO di Solo

Selanjutnya

Kejurnas cricket, Bali tantang DKI Jakarta di final putri

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe