Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Kekuatan Brimob masih kurang menjaga teritorial di Papua
  • Selasa, 14 November 2017 — 11:42
  • 1279x views

Kekuatan Brimob masih kurang menjaga teritorial di Papua

Anggota kurang lebih 3 ribu personil belum bisa menjadikan pasukan khas polisi tersebut menjaga teritorial bumi Cenderawasih.
Wakapolda Papua, Brigadir Jenderal Pol. Agus Rianto saat memberikan keterangan kepada pers - Jubi/Roy Ratumakin.
Roy Ratumakin
Editor : Edi Faisol

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi - Wakapolda Papua,  Brigadir Jenderal  Agus Rianto mengakui jumlah Personil Brigadir Mobil (Brimob) di Papua belum cukup untuk menjaga Papua dari gangguan para oknum yang tidak bertanggungjawab.

"Geografis Papua sangat berbeda dengan dengan wilayah lain di Indonesia. Letak geografis yang sulit tersebut anggota Brimob yang ada di Papua saya rasa belum cukup," kata Agus Rianto kepada wartawan usai menjadi inspektur upacara pada perayaan HUT Brimob yang ke 72 di Jayapura.

Ia menyebutkan dengan anggota kurang lebih 3 ribu personil belum bisa menjadikan pasukan khas polisi tersebut menjaga teritorial bumi Cenderawasih. Apalagi di wilayah pegunungan Papua sering kali terjadi konflik baik horisontal maupun vertikal.

"Ada upaya pembentukan Mako di beberapa daerah di wilayah pegunungan Papua salah satunya di Kabupaten Jayawijaya. Namun hingga kini kami masih menunggu keputusan dari pusat," ujar Agus menambahkan.

Terkait kasus di Timika, Agus Rianto mengatakan saat ini Kapolda Papua bersama Pangdam XVII Cenderawasih sedang berada di Mimika. Diharapkan kasus penembakan dan juga konflik diwilayah tersebut dapatnya diselesaikan dengan cepat.

"Pendekatan persuasif masih tetap kami utamakan. Sehingga masyarakat dapat menjalankan kehidupannya dengan baik tanpa ada gangguan," kata Agus menjelaskan.

Agus mengatakan terus berusaha agar persoalan yang terjadi dapat diselesaikan secepatnya. Langkah yang dilakukan di antaranya berusaha menjalin komunikasi kepada mereka yang melakukan tindakan kekerasan agar menyerahkan diri sehingga tidak ada korban jiwa.

“Dan kepada masyarakat di Papua khususnya di Timika agar tetap menjalankan aktivitasnya seperti biasa," katanya. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Pihak keluarga bantah Martinus Beanal sudah dikuburkan

Selanjutnya

FRI-WP tuding Freeport dan pemerintah akar konflik di Timika

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe