Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Jayapura Membangun
  3. Dewan Suku Adat Jayapura: Kesejahteraan masyarakat harus diutamakan
  • Selasa, 14 November 2017 — 15:32
  • 403x views

Dewan Suku Adat Jayapura: Kesejahteraan masyarakat harus diutamakan

"Hutan, tanah, dan kebun adalah milik kita. Kenapa harus berteriak yang aneh-aneh tanpa melihat potensi yang dimiliki. Sudah saatnya kita berbicara kesejahteraan dan peningkatan ekonomi di masing-masing wilayah adat kita," ujar Koordinator Dewan Adat Suku (DAS) kabupaten Jayapura, Daniel Toto.
Perayaan kebangkitan masyarakat adat ke IV di lapangan Gunung Merah Sentani, beberapa waktu lalu - Jubi/Engel Wally 
Engelbert Wally
engellenny2509@gmail.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Sentani, Jubi – Dari sisi aturan dan perundang-undangan, Indonesia mengakui keberadaan masyarakat adat. Karenanya, sumber daya alam serta potensi yang dimiliki di setiap kampung hendaknya dimanfaatkan dengan baik untuk kesejahteraan dan peningkatan ekonomi masyarakat pemilik ulayat di kampung tersebut.

"Hutan, tanah, dan kebun adalah milik kita. Kenapa harus berteriak yang aneh-aneh tanpa melihat potensi yang dimiliki. Sudah saatnya kita berbicara kesejahteraan dan peningkatan ekonomi di masing-masing wilayah adat kita," ujar Koordinator Dewan Adat Suku (DAS) kabupaten Jayapura, Daniel Toto, saat ditemui di Sentani, Selasa (14/11/2017).

Kebangkitan masyarakat adat di kabupaten Jayapura sudah berjalan selama empat tahun sejak dicanangkan pada 2013 lalu. Dalam keberadaan dan perjalanannya, masyarakat adat saat ini dituntut untuk melihat kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat di masing-masing kampung. 

Dijelaskan, pemerintah daerah telah mensahkan regulasi tentang peraturan daerah kampung adat, sudah ada surat keputusan Bupati. Empat tahun kita merayakan keberadaan kita sebagai masyarakat adat yang dilupakan selama puluhan tahun. Sekarang waktunya, karena pemerintah daerah juga telah menandatangani kesepakatan kerja sama masyarakat dengan sejumlah investor yang akan menanamkan sahamnya di kabupaten Jayapura.

"Kita sudah sepakat di para-para adat bahwa tanah sudah tidak lagi dijualbelikan dalam bentuk apapun. Oleh sebab itu, kepada pimpinan dan tokoh-tokoh adat di sembilan wilayah agar memperhatikan hal ini dengan baik. Tahun depan sudah ada investor yang akan masuk ke kampung untuk menanamkan sahamnya dengan mengelola sumber daya alam yang ada. Jelas, yang akan bekerja disana adalah masyarakat setempat dan perjanjiannya adalah tempat usaha yang dikerjakan ini tidak dijual tetapi dengan sistem kontrak antar waktu. Ini cara terbaik untuk meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan masyarakat kita," jelasnya.

Ketua Dewan Adat Suku Sentani, Demas Tokoro, mengatakan masyarakat adat sudah harus siap untuk menghadapi tantangan global yang kian berkembang setiap saat. 

"Masa yang akan datang ini sangat kuat pengaruh serta dampaknya. Siapa yang tidak siap maka akan ketinggalan, sudah saatnya kita harus bersaing dengan kebangkitan ekonomi global. Aturan dan tatanan adat tetap menjadi kunci untuk melaksanakan apa yang akan dihadapi nanti," ungkapnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Paling lambat Januari 2018, TPA Waibron akan diserahkan ke Pemkab Jayapura 

Selanjutnya

DPMPTSP evaluasi tim pemantau IMB

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe